Tutut Soeharto Harapkan Pemasaran UMKM Banten Tembus Mancanegara

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA — Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto mengunjungi Kampung UMKM Palas, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Banten, Kamis (14/2/2019). Kunjungan ini dalam rangka tatap muka dan dialog interaktif antara calon legislatif (caleg) Partai Berkarya dengan pengrajin kasur.

Kedatangan Putri sulung Presiden Soeharto yang didampingi adiknya, Siti Hutami Endang Adiningsih disambut antusias warga Link Palas. Ketua RW 01 Palas, Bahrudin mengaku sangat senang kampung wisata Palas Bendungan dikunjungi Putri Presiden Soeharto.

Dalam pengembangannya, kampung wisata ini membina para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sejak dirinya melahirkan kampung wisata, baru Tutut Soeharto satu-satunya tokoh nasional yang berkunjung ke sini.

Pada kesempatan ini, Bahrudin memberikan foto lawas orang tuanya bersama keluarga Cendana kepada Tutut Soeharto. Foto ini menurutnya, sebagai kenang-kenangan dan bukti, kalau warga Palas memiliki keterkaitan sejarah dengan kunjungan putri almarhum Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto.

Kunjungan Tutut Soeharto ke Banten terangkai dalam empat momen. Yakni, ke pondok pesantren Al-Mubarok, Kampung Nelayan Karangantu, ziarah ke masjid Agung Banten dan kunjungan ke Kampung UMKM Palas.

Putri sulung Presiden Soeharto ini berharap dengan ridho Allah SWT, pertemuaan ini akan terus berlanjut. Beliau juga berharap agar warga Kampung Palas selalu ada dalam bimbingan dan lindungan Allah SWT. Serta selalu beri kekuatan untuk bisa mandiri masyarakatnya. Yang terpenting lagi kata Tutut Soeharto, negara Indonesia jaya selamanya.

Saat dialog dengan pengrajin kasur, Tutup Soeharto sangat antusias bertanya, terkait pemasaran utamanya sudah sampai kemana.

“Saya pengen tidur jadinya, bayangkan kasur. Ingin beli tapi bagaimana membawanya. Produk kasur ini sudah dipasarkan kemana saja,” ujarnya.

Serempak pengrajin kasur menjawab ‘Medan, Bengkulu, Palembang, dan Lampung Selatan,” teriak mereka kompak.

Nasruddin, Ketua Kampung UMKM Palas mengatakan, Kampung UMKM ini sudah ada sebelum dirinya lahir ke dunia ini. Namun gencarnya pengembangan kampung UMKM ini terjadi sejak 1989.

Jumlah anggota yang tercatat tiga tahun ini sebanyak 75 pelaku usaha kecil, termasuk gipang dan kue kering. Namun, lebih cenderung, 85 persen itu usaha busa motif.

Bahrudin berharap usaha busa motif ini menjadi ikon kelurahan Bendungan. “Bahwa kita dikembalikan dengan busa motifnya,” ujarnya.

Tutut Soeharto sangat apresiasi suksesnya usaha busa motif ini. Beliau berharap pemasaran tidak hanya di Indonesia tapi bisa tembus ke mancanegara.

“Harapan kami bisa berjalan seterusnya, usaha busa motif bisa ekspor ke luar negeri. Itu bagus ya, keren,” kata Tutut.

Nasrudin kembali menyampaikan, bahwa usaha busa motif itu industri rumahan juga dengan memperdayakan perempuan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangganya.

“Ini menunjukkan bahwa perempuan di kelurahan Bendungan ternyata mampu untuk mengadaptasi krisis moneter di tahun 1998,” ujarnya.

Mendengar ungkapan Nasrudin, Tutut Soeharto sangat bangga atas peran perempuan memajukan ekonomi bangsa. ” Alhamdulillah hidup perempuan. Hidup bapak-bapak juga ya, dan hidup Berkarya,” kata Tutut.

Tutut Soeharto juga menanyakan keluhan atau kendala yang dihadapi oleh para pelaku UMKM di kampung Palas.

Nasrudin mewakili pengusaha UMKM mengatakan, kendala pengembangan usaha busa motif adalah kebutuhan bahan baku. Dimana saat belanja bahan tersebut di Pamulang, Tanggerang Selatan, dijatah perdua minggu itu hanya 4 kintal. Sedangkan pelaku usaha busa motif itu ada 50 yang aktif.

“Jadi jatah bahan baku itu dijatah dari sana itu sekali belanja cuma 4 kuintal dalam jarak dua Minggu. Sedangkan kebutuhan kami sangat besar untuk mencukupi pemasaran ke Medan, Palembang dan Lampung Selatan,” ungkapnya.

Kalau diumpamakan lanjut dia, 4 kuintal dikali 50 sudah berjumlah 2 ton. “Kami butuh kisaran 4 ton di Bendungan saja. Harapan saya supaya kebutuhan bahan baku terpenuhi dulu. Untuk pemasaran, insya Aallah kami bisa sambil berjalan,” ujarnya.

Mendengar keluhan itu, Tutut Soeharto langsung meminta para caleg Partai Berkarya untuk mencari solusinya.

“Insha Allah ini ada Ketua DPW Partai Berkarya Banten. Biar beliau nanti gerakan para caleg untuk memperjuangkan kebutuhan dari masyarakat di sini. Agar bisa mandiri dan usahanya lebih besar serta sukses,” ujarnya.

Namun Tutut Soeharto juga mengingatkan agar semua yang diinginkan terpenuhi. Maka kita harus berjuang dengan kekuatan doa memohon kepada Allah SWT.

Mengakhiri kunjungannya, Tutut Soeharto dan rombongan melihat produk UMKM dan berbelanja serta belajar membatik di sanggar Batik Krakato. Produk batik asli Cilegon adalah milik ketua DPW Partai Berkarya Helldy Agustian. Tutut Soeharto pun diberikan kenang-kenangan batik dari pengrajin batik Cilegon.

Lihat juga...