Trump Langkahi Kongres Bangun Tembok Perbatasan
WASHINGTON – Presiden AS, Donald Trump, pada Jumat (15/2) mengumumkan keadaan darurat dalam upaya melangkahi Kongres untuk membangun tembok perbatasan AS-Meksiko, yang telah lama dijanjikannya.
“Kita akan menghadapi krisis keamanan nasional di perbatasan selatan kita, dan kami akan melakukannya dengan cara apa pun,” kata Trump, saat ia bersiap menandatangani peraturan yang menghindari sebagian penutupan lain pemerintah, dengan seluruh dana dari pemerintah sampai akhir September.
Rancangan peraturan itu menyediakan 1,275 miliar dolar AS untuk pembuatan tembok baru sepanjang 89 kilometer di Rio Grande Valley di Texas Selatan –jauh lebih kecil dari 5,7 miliar dolar AS yang telah ia upayakan untuk pagar tembok tersebut.
Pemerintah Trump telah mengidentifikasi lebih dari delapan miliar dolar AS –yang dapat digunakan untuk membangun pagar perbatasan setelah pengumuman darurat itu, kata Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau di Jakarta, Sabtu (16/2/2019) pagi.
Sebagian dana tersebut, 6,1 miliar dolar AS akan berasal dari dana yang sebelumnya dialokasikan untuk Pentagon.
“Dana itu akan digunakan secara beraturan dan sebagaimana keperluan”, kata Gedung Putih di dalam satu pernyataan.
Tapi, tindakan Trump dipastikan akan menyulut penentangan dari kubu Demokrat dan pemilik lahan yang tanah mereka akan diambil-alih oleh Trump untuk digunakan membuat pagar.
Pasal 1 UUD AS, menetapkan, “tak ada uang” yang mesti diambil dari Harta Negara tanpa persetujuan Kongres.
Trump mengakui ia mungkin akan menghadapi tuntutan, tapi mengatakan ia berharap “lolos” di pengadilan.
Kubu Demokrat telah memperingatkan tak ada keadaan darurat di perbatasan AS Selatan, dan dengan pengumumannya, Presiden menetapkan preseden berbahaya untuk panglima militer masa depan.
Beberapa anggota Partai Republik juga telah mengingatkan Trump, agar tidak melakukan tindakan tersebut.
Dalam pernyataan bersama, yang jarang terjadi, anggota senior Demokrat di Majelis Permusyarawatan Rakyat dan Senat menyebut tindakan Trump “melanggar hukum”, dan menyatakan pernyataan itu dikeluarkan “berkaitan dengan krisis yang tidak ada”.
“Ini adalah perebutan kekuasaan oleh seorang presiden yang kecewa, yang telah keluar dari ikatan hukum untuk berusaha memperoleh apa yang gagal ia wujudkan dalam proses Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi, dan pemimpin minoritas di Senat Chuck Schumer.
Senator Republik Rand Paul pada Kamis mengatakan, “kecewa” dengan keputusan presiden itu untuk tetap mengumumkan keadaan darurat. (Ant)