TNI Gotong Royong Perbaiki Fasilitas Dermaga Canti
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Jajaran Komando Distrik Militer (KODIM) 0421 Lampung Selatan, terus melakukan perbaikan fasilitas dermaga di Desa Canti, Kecamatan Rajabasa. Dermaga yang mengalami kerusakan akibat hantaman tsunami pada Sabtu (22 /12/ 2018) dan semakin rusak pada awal Januari 2019,. akhirnya diperbaiki oleh KODIM 0421 Lamsel.
Komandan KODIM 0421 Lamsel, Letnan Kolonel Kavaleri Robinson Oktovianus Bessie, menyebut perbaikan dilakukan sebagai bagian dari misi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana tsunami.

Menurutnya, infrastruktur dermaga merupakan sarana vital untuk akses distribusi barang, jasa, dan manusia antarpulau. Secara khusus, dermaga Canti merupakan infrastruktur penunjang transportasi laut dari pulau Sumatra ke Pulau Sebesi dan Sebuku.
Dua pulau tersebut merupakan wilayah terdekat dengan gugusan kepulauan Krakatau, dengan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) menimbulkan tsunanami, salah satunya merusak fasilitas dermaga.
Perbaikan dermaga Canti, sebut Letkol Kav. Robinson Oktovianus Bessie, dilakukan oleh jajaran personel KODIM 0421 Lamsel, di tengah upaya membantu pengungsi dengan membangun hunian sementara (Huntara) di Desa Way Muli Induk.
Sebelumnya, personel TNI juga telah ikut membantu proses pembangunan Huntara di Desa Banding, yang dilakukan oleh Nahdatul Ulama (NU) Peduli Kemanusiaan, dan sudah ditempati warga yang mengungsi.
“Perbaikan akses transportasi dermaga menjadi prioritas KODIM 0421 Lampung Selatan, agar masyarakat bisa kembali memulai aktivitas perekonomian, usai terkena bencana tsunami, pengerjaan kita lakukan melibatkan personel secara gotong-royong,” terang Letkol Kav. Robinson Oktovianus Bessie, Minggu (17/2/2019)
Sebelumnya, usai tsunami jembatan dermaga yang sebelumnya miring mengalami roboh, sehingga warga harus berhati-hati saat menuju ke kapal motor penumpang. Beberapa tahap yang dilakukan oleh jajaran KODIM 0421/Lamsel berupa proses memperkuat penopang bambu sementara waktu.
Penopang dari bambu tersebut sengaja dibuat sebelum diganti penopang cor.
Pengerjaan yang sudah dilakukan selama hampir dua pekan lebih ini, dimulai dengan pembuatan mal cor, pembesian dan rangka. Meski tengah dikerjakan, ia memastikan aktivitas warga tidak terganggu dan sejumlah kapal yang melayani warga tetap berjalan normal.
Aktivitas penyeberangan dan pengangkutan hasil bumi dari pulau Sebesi ke Sumatra bahkan tetap berlangsung.
“Selama ini, hasil bumi dari pulau Sebesi dikirim estafet ditransit ke dermaga Canti, lalu dikirim ke sejumlah wilayah dan dengan perbaikan dermaga, diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” beber Letkol Kav. Robinson Oktovianus Bessie.
Lukman, warga Dusun Tejang, Desa Tejang Pulau Sebesi, mengaku mengapresiasi langkah KODIM 0421 Lampung Selatan. Fasilitas dermagaa tersebut diakuinya selama hampir lima tahun terakhir kerap rusak dan diperbaiki.
Kerusakan cukup parah imbas terjangan gelombang tsunami. Meski tidak roboh secara keseluruhan, namun jembatan dermaga mengalami kerusakan dan membahayakan.
Ia berharap, perbaikan yang dilakukan oleh personel TNI bisa segera cepat selesai dan nyaman digunakan masyarakat.
Menurutnya, fasilitas dermaga Canti selama ini menjadi akses vital untuk menuju pulau Sebesi dan Sebuku. Hasil pertanian dari kedua pulau yang diangkut, di antaranya pisang, kelapa, kakao serta sejumlah hasil pertanian lain. Sebaliknya, berbagai kebutuhan seperti bahan bakar, gas, bahan bangunan didatangkan dari pulau Sumatra.
“Upaya perbaikan yang dilakukan oleh unsur TNI dan gotong royong masyarakat, akan membantu pemulihan perekonomian pascatsunami. Terlebih, pulau Sebesi juga dikenal sebagai destinasi wisata bahari yang kerap dikunjungi wisatawan,” katanya.