Tiga Tips dari Sandiaga, Agar NTT Keluar dari Kemiskinan

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, hingga Maret 2018 jumlah penduduk miskin di daerah tersebut mencapai 1.142.170 orang. Angka tersebut, mengalami kenaikan 7.400 orang, bila dibandingkan dengan jumlah di September 2017, yang masih berada pada angka 1.134.740 orang.

Namun demikian, secara persentase, angka kemiskinan di NTT turun 0,03 persen. Di September 2017, angka kemiskinan di NTT sebesar 21,38 persen, Sementara di Maret 2018, jumlahnya mencapai 21, 35 persen.

NTT masih berada di urutan ketiga provinsi termiskin di Indonesia. “Seandainya Parabowo-Sandi terpilih, kita akan melakukan tiga hal. Pertama, kita akan pastikan lapangan kerja tercipta, kedua ada program khusus untuk NTT terkait dengan swasembada pangan. Ketiga, kita ingin pendidikan sebagai pemutus rantai kemiskinan bisa lebih terintegrasi,” sebut Sandiaga Uno, Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Senin (25/2/2019).

Sandiaga Uno (baju biru) calon wakil presiden nomor urut 02 bersama wakil bupati Flores Timur Agsutinus Payong Boli (kanan) usai berdialog bersama pendukungnya di Maumere.Foto : Ebed de Rosary

Untuk setiap kabupaten dan kota, Sandi menyebut, pihaknya akan memberi beasiswa kepada pelajar. Nantinya, akan disinkronkan dengan pengusaha-pengusaha besar, yang bisa membangkitkan industri di NTT. Konsepnya, akan bekerjasama dengan Ok Oce. Para murid ini setelah lulus sekolah harus kembali ke NTT, dan membangun potensi yang dimiliki daerah yang sangat luar. “NTT memiliki potensi yang sangat luar biasa, seperti pariwisata, pertanian, UMKM, kuliner, tenun ikat dan lainnya. Ini merupakan potensi-potensi yang bisa kita kembangkan untuk memutus mata rantai kemiskinan,” terangnya.

Terkait NTT, sebagai provinsi terkorup ketiga di Indonesia, Sandi tegaskan, bila terpilih bersama Prabowo Subianto, akan mengedepankan pendidikan berbasis karakter. Ini menjadi salah satu prioritas, untuk memutus rantai korupsi.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, pendidikan karakter yang lebih baik, tentunya para pejabat publik akan mengedepankan pelayanan masyarakat bukan memperkaya diri sendiri. “Kami akan mengedepankan pendidikan berbasis karakter, untuk memutus rantai korupsi yang selama ini terjadi di Indonesia maupun di NTT,” tegasnya.

Terkait penganiayaan terhadap wartawan yang dilakukan alumni 212 di Jakarta, Sandi tegaskan, dirinya bersama Prabowo menolak dan mengecam bentuk kekerasan kepada siapapun juga terutama kepada wartawan. Pers sebagai pilar yang sangat diperlukan dalam era demokrasi, sehingga indepensi dari pers harus terus dipupuk. Ini karena pers memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

“Kita harus memberikan perlindungan terbaik kepada awak media. Kegiatan yang menimbulkan kekerasan terhadap siapapun, terutama kepada para wartawan tidak boleh ditolerir,” ungkapnya.

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH, yang juga merupakan kader Partai Gerindra mengapresiasi langkah yang diwacanakan Parabowo-Sandi untuk memajukan NTT bila terpilih nanti.

Agus Boli menyebut, Sandiaga Uno merupakan salah satu pengusaha sukses. Sandi merupakan anak muda yang berpengalaman mengolah perusahaan dan dunia usaha, sehingga bisa memotivasi masyarakat untuk menjadi wirausaha yang sukses.

“Sebagai orang yang berpengelaman di dunia usaha, tentunya beliau mampu membuat konsep pembangunan di bidang ekonomi, terutama menciptakan wirausaha. Dirinya bertekad untuk memajukan usaha kecil dan menengah sebagai penopang ekonomi bangsa, dan mengurangi pengangguran,” pungkasnya.

Lihat juga...