Pelajar dan Mahasiswa Ikut Bangkitkan Ekonomi Masyarakat Pascatsunami
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Sejumlah pelajar dan mahasiswa ikut andil dalam upaya membangkitkan perekonomian masyarakat usai tsunami di wilayah pesisir Lampung Selatan (Lamsel). Di antaranya dalam bidang kesehatan, pendampingan psikologis melalui trauma healing termasuk pemberian ide untuk usaha kreatif sektor pariwisata.

Marjuki, salah satu tokoh masyarakat di dusun Merak, desa Kunjir, kecamatan Rajabasa, Lamsel menyebutkan, sebagian mahasiswa yang diterjunkan ke lokasi bencana khususnya di desa Kunjir di antaranya berasal dari sejumlah universitas di pulau Jawa.
Di antaranya Universitas Gajah Mada (UGM), Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) Lampung, SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI).
Meski sebagian sudah mengakhiri misi kemanusiaan pada Kamis (31/1/2019), ia menyebut peran para mahasiswa tersebut masih sangat terasa.
“Sebagian mahasiswa memang sudah mengakhiri misi kemanusiaan di lokasi terdampak tsunami namun berbagai pelatihan dan ilmu yang diberikan masih tetap digunakan dan berguna untuk warga agar bisa bangkit” terang Marjuki saat ditemui Cendana News, Kamis (7/2/2019).
Marjuki menyebut sejumlah kenang kenangan dari para mahasiswa tersebut hingga kini bahkan masih bisa digunakan. Fasilitas yang bisa digunakan di antaranya warung artistik, instalasi air bersih, toilet serta sejumlah fasilitas lain.
Marjuki menyebutkan, selain mahasiswa, kepedulian para pelajar SMAN 1 Rajabasa ikut membangkitkan ekonomi masyarakat. Terlebih desa Kunjir merupakan satu wilayah yang memiliki tempat pendidikan mulai jenjang TK, SD hingga SMA.
Salah satu siswa kelas XII IPS SMAN 1 Rajabasa, Baihaki menyebut ikut membantu warga dalam memulihkan kondisi ekonomi melalui sektor wisata. Bantuan tersebut di antaranya melalui pembuatan kreativitas dari bahan bekas untuk menghias warung kopi.
“Pelajar juga dilibatkan dalam upaya membuat sejumlah tulisan artistik yang menghiasi pantai wisata Merak Kunjir,” beber Baihaki.
Baihaki menyebut sebagai pelajar ia juga mendapat bimbingan dari mahasiswa yang menjalankan misi peduli bencana di wilayah tersebut.
Hal yang sama diakui oleh Supi salah satu siswa kelas XII IPS di sekolah yang sama. Ia mengaku usai pulang sekolah menyempatkan sejenak berkumpul di lokasi wisata pantai Merak Kunjir membantu membuat lukisan, mewarnai aksesoris hiasan untuk warung kopi.
Supi dan sejumlah pelajar lain berharap ekonomi di wilayah tersebut bangkit. Sejumlah lokasi wisata dan usaha kuliner pesisir pantai Kunjir merupakan sumber penghasilan para orangtua mereka.
Sebagai pelajar Supi juga berharap sebagian orangtua pelajar yang masih tinggal di pengungsian segera bisa mendapatkan huntara serta memulai kehidupan seperti kondisi normal sebelum tsunami.