Membentuk Karakter Siswa Lewat Olah Raga

Editor: Koko Triarko

BATU – Generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa, tentunya harus dibekali pendidikan karakter yang mumpuni, agar memiliki jiwa sportif dan mental yang kuat. Pendidikan karakter tersebut salah satunya bisa wujudkan melalui berbagai kegiatan olah raga, seperti yang rutin diagendakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 3 Malang, setiap tahunnya.

Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko, M.Si., menyebutkan, usia muda selalu identik dengan gejolak rasa keingintahuan yang tinggi. Kebanyakan dari mereka, melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang.

Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko, M.Si., dan Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Malang, M. Lukman Hakim -Foto: Agus Nurchaliq

“Terkadang saat melihat sesuatu yang dianggap modern, mereka langsung menirunya tanpa berpikir risiko yang mungkin menyebabkan penyesalan di kemudian hari,” ujarnya, usai memberangkatkan ribuan siswa peserta lomba lari 10K, yang diadakan SMK PGRI 3 Malang di depan Among Tani, kota Batu, Sabtu (16/2/2019).

Karenanya, menurut Dewanti, diperlukan berbagai kegiatan positif untuk membentuk karakter generasi muda yang berjiwa sportif dan bermental tangguh, yang salah satunya bisa dilakukan melalui olah raga.

“Saya bangga dengan SMK PGRI 3 Malang. Mereka banyak menanamkan hal-hal positif, terutama yang terkait dengan olah raga.Tadi saya diperlihatkan atraksi bela diri yang luar biasa dari para siswa, yang langsung dikuti dengan lomba lari 10 Kilometer,” akunya.

Mereka, lanjutnya, benar-benar memberikan bekal fisik dan mental yang baik, agar para siswa memiliki jiwa yang sportif.

“Kalau sudah memiliki jiwa sportif, insyaallah hal-hal negatif seperti tawuran, akan mereka jauhi dengan sendirinya. Karena tawuran bukan merupakan sesuatu yang sportif,” sebutnya.

Menurutnya pula, hal tersebut adalah salah satu bekal para siswa untuk bekerja, di samping tentu saja, pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan.

Dewanti berharap, melalui kegiatan olah raga inil bisa menjadikan generasi muda Indonesia menjadi generasi yang tangguh untuk menggantikan para pemimpin yang ada sekarang.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Malang, M. Lukman Hakim, menyampaikan, tujuan dari diadakannya kegiatan tersebut untuk menunjukkan kepada masyarakat luas, bahwa dengan model pembelajaran maupun model penanganan kepada siswa, khususnya penanganan bidang karakter, merupakan sesuatu yang diperlukan saat ini.

“Kegiatan ini ditekankan agar generasi muda, meskipun tetap harus mengikuti apa yang terjadi sekarang ini, agar tidak ketinggallan zaman, tapi mereka juga harus menjauhkan diri dari pengaruh yang negatif seperti narkoba, dengan menjaga kondisi kesehatan sebaik mungkin,” terangnya.

Generasi muda, lanjutnya, juga harus siap untuk menghadapai apa pun yang terjadi, karena mereka yang nantinya akan menjadi calon-calon pemimpin di masa yang akan datang.

Disebutkan, selain lomba lari 10K, juga digelar latihan bersama olah raga bela diri. Terdapat empat jenis olah raga bela diri yang saat ini menjadi muatan lokal (Mulok) wajib di SMK PGRI 3 Malang, yakni, Karate, Tarung Drajat, Taekwondo dan Tapak Suci.

“Di sini kami memang mengajarkan olah raga bela diri kepada para siswa, tapi bukan untuk menakut-menakuti atau menyerang orang lain. Namun, bela diri diajarkan hanya untuk mempertahankan atau melindungi diri mereka,” pungkasnya.

Lihat juga...