Kosmetik Ilegal di Bekasi Marak, Dinkes Imbau Waspada
Editor: Satmoko Budi Santoso
BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Jawa Barat, mengimbau warga wilayahnya untuk lebih waspada membeli kosmetik yang beredar di pasaran. Pasalnya, peredaran kosmetik ilegal di Kota Patriot, terbilang marak, sesuai hasil sidak yang dilakukan di sejumlah toko kosmetik oleh instansi tersebut.
“Kami sampai sekarang sering melakukan razia keberadaan kosmetik ilegal yang dijual di sejumlah lokasi. Hasilnya cukup marak ditemukan beredarnya kosmetik ilegal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, Senin (25/2/2019).
Dikatakan, razia dilakukan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Bekasi. Dari hasil razia tersebut, kerap mengamankan sejumlah obat ilegal di pasaran. Ia mengaku, setiap sidak jika ditemukan kosmetik membahayakan langsung disita.
Namun sayang, ia tidak merinci jenis kosmetik ilegal apa saja yang kerap ditemukan beredar di pasaran. Tanti, usai rapat koordinasi dengan kepala Puskesmas se-Kota Bekasi, hanya mengimbau masyarakat untuk waspada akan peredaran kosmetik ilegal.
“Diketahui adanya peredaran kosmetik tersebut sesuai data, hasil razia yang sering kita lakukan dengan menyasar sejumlah toko kosmetik. Hasilnya masih banyak kosmetik ilegal kita amankan,” ungkapnya.
Menanggapi banyaknya temuan terkait kosmetik ilegal, Tanti mengaku, akan terus melakukan razia di lapangan. Hal tersebut dilakukan untuk penertiban mengantisipasi maraknya kosmetik ilegal beredar di Kota Bekasi.
Dalam kesempatan tersebut, ia meminta warga Kota Bekasi lebih teliti dengan memberikan tips memilih kosmetik yang tidak membahayakan. Pertama harus memiliki keterangan lulus pengawasan BPOM.
“Patokannya hanya itu. Jika legal maka akan tertera di kosmetik tersebut lulus uji BPOM,” terangnya.
Hal lain adalah dengan melihat kerja dari kosmetik itu sendiri. Jika menimbulkan alergi, maka berhenti menggunakan. Carilah kosmetik yang sudah beredar resmi di pasaran agar terhindar dari berbagai risiko.
“Saat ini untuk jumlah pasti apa saja kosmetik ilegal yang beredar, masih kami susun datanya agar valid. Tunggu saja nanti kita release,” tutupnya.