Disdikpora DIY Minta Sekolah Beri Sangsi Siswa Melawan Guru

Editor: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY angkat bicara terkait adanya kasus perilaku tak pantas yang dilakukan seorang siswa SMK Negeri 3 Yogyakarta dengan gurunya yang videonya sempat viral di media sosial belakangan ini.

Kepala Disdikpora DIY, Baskara Aji, meminta pihak sekolah agar segera menyelesaikan persoalan tersebut secara internal dengan melibatkan siswa guru maupun wali murid. Ia juga meminta siswa bersangkutan diproses sesuai tata tertib sekolah yang ada.

“Saya kira anak itu diproses saja sesuai tata tertib sekolah. Kalau memang melakukan kesalahan ya diberi sangsi. Sangsi kan macam-macam. Mulai dari ditegur, diskors hingga dikembalikan ke orang tua. Sekolah kan sudah punya tata-tertib sendiri-sendiri. Silakan diselesaikan secara internal,” katanya kepada Cendana News, Kamis (21/2/2019).

Agar hal serupa tidak kembali terulang, Baskara Aji juga meminta seluruh sekolah di Yogyakarta agar dapat menginventarisir mana saja siswa atau murid-murid yang memiliki potensi melakukan hal semacam itu. Sehingga siswa bersangkutan dapat dibina secara khusus agar tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. Termasuk juga menularkan perilakunya ke siswa lain.

“Saya minta sekolah lakukan inventarisasi anak yang punya potensi seperti ini secara khusus sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran atau menular ke siswa lain. Karena setahu saya di Yogya baru kali ini ada seperti ini,” katanya.

Menanggapi kasus itu, Baskara Aji sendiri justru mengapresiasi sikap sang guru yang mampu tetap sabar dan tidak terpancing melakukan hal-hal negatif meski mendapatkan perlakuan sedemikian rupa dari muridnya.

“Saya apresiasi guru tetap sabar dalam menghadapi hal seperti itu. Sehingga tidak ada tindakan kekerasan lebih jauh lagi dalam menanggapi sikap anak. Saya apresiasi,” katanya.

Meski begitu, Baskara Aji tak menampik semakin beratnya tantangan bagi setiap guru di sekolah saat ini. Dimana seorang guru harus mampu menghadapi siswa atau murid dengan karakter yang beragam. Yang tak jarang dari sekian banyak siswa dengan berbagai latar belakang itu ada saja siswa yang kerap berperilaku kurang baik.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, nama Yogyakarta sebagai kota pelajar sekaligus pendidikan tercoreng setelah munculnya video di media sosial yang memperlihatkan perilaku tak pantas sejumlah murid kepada gurunya di ruang kelas saat pelajaran sedang berlangsung.

Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 24 detik itu, diperlihatkan seorang pelajar yang belakangan diketahui merupakan siswa SMK Negrri 3 Yogyakarta terlibat ‘pertikaian’ dengan gurunya. Video itu banyak beredar di media sosial sejak Rabu kemarin. Pihak sekolah sendiri telah membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Lihat juga...