Curug Song, Suguhkan Tanjakan dan Pemandangan Ekstrem

Editor: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Kabupaten Banyumas kaya akan curug, karena terdapat banyak perbukitan. Salah satu curug yang sekarang sedang ramai dikunjungi adalah Curug Song, berlokasi di Grumbul Kali Otong, Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas.

Curug ini bisa dibilang serba ekstrem, mulai dari ketinggian curug yang cukup ekstrem yaitu mencapai 40 meter lebih.

Kemudian jalan menuju curug yang terdapat dua tanjakan ekstrem, yaitu tanjakan dengan sudut elevansi sampai 45 derajat yang oleh anak-anak muda sering disebut dengan tanjakan cinta, karena saat melaluinya harus bergandengan tangan.

Satu tanjakan lagi yang lebih ekstrem, yang biasa disebut tanjakan nungging.

Namun, semua cucuran keringat akan terbayar dengan suguhan pemandangan yang ekstrem pula. Sepanjang jalan, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam serba hijau dan udara pegunungan yang sejuk. Tidak hanya itu, sepanjang jalan juga terdapat spot-spot foto yang indah.

Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Suwondo mengatakan, Curug Song sebenarnya pertama kali ditemukan sekitar tahun 1970, namun baru dikelola secara serius sekitar tiga tahun lalu.

Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Suwondo. Foto: Hermiana E. Effendi

Diprakarsai Dinporabudpar Banyumas, masyarakat desa sekitar kemudian membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang langsung terjun mengelola curug.

ʺCurug Song ini istimewa karena sangat tinggi, sampai 40 meter lebih dan alamnya masih sangat alami. Sekarang jalan menuju curug yang ada beberapa tanjakan, kondisinya sudah baik dan aman dilalui. Pengunjung tidak perlu khawatir terpeleset, sekalipun musim hujan, karena jalan sudah dibuat berundak-undak dan berbatu,ʺ jelas Suwondo, Minggu (10/2/2019).

Curug Song terletak di tengah kebun pinus milik Perhutani. Namun, sudah ada kerjasama dengan warga desa untuk pengelolaannya. Perbaikan jalan menuju ke lokasi juga menggunakan dana desa.

Setelah ramai pengunjung, warung-warung makanan mulai bermunculan di sekitarnya, mulai dari penjual makanan khas Banyumas, mendoan, kemudian pecel, warung kopi dan lain-lain.

ʺDalam satu hari pengunjung yang datang sampai 500-an orang. Terlebih saat akhir pekan, karena di sekitar curug juga ada wisata lain, yaitu Bukit Bulu. Bukit ini banyak untuk kemah anak-anak muda saat akhir pekan, karena pemandangannya sangat bagus, bisa melihat pantai laut di Cilacap. Dan biasanya pagi harinya, mereka berjalan menuju Curug Song,ʺ terang Suwondo.

Tiket masuk ke Curug Song sangat murah, hanya Rp5 ribu per orang. Biasanya pengunjung datang dalam rombongan besar dan kecil. Mereka juga bisa mengikuti wisata alam outbond yang disediakan pengelola.

Outbond ini melalui Kali Otong atau Sungai Otong dan melewati beberapa titik ekstrem pula. Untuk anak-anak, juga disediakan aneka permainan di sekitar lokasi.

Daerah sekitar Curug Song juga menyediakan spot-spot menarik untuk berfoto. Foto: Hermiana E. Effendi

Di kawasan sekitar curug juga sering menjadi lokasi untuk kegiatan jelajah alam bebas atau yang biasa disebut trabas. Dengan kondisi alam yang alami dan banyak jalur menanjak, wilayah ini menjadi salah satu lokasi favorit untuk para pecinta trabas.

Salah satu pengunjung, Tatang mengatakan, kawasan Curug Song dipilih untuk dikunjungi saat akhir pekan karena mempunyai spot-spot foto yang sangat bagus.

Pegiat medsos ini berniat berfoto di berbagai lokasi untuk diunggah di blog miliknya.

ʺUntuk foto-foto sangat bagus dan alamnya juga masih asri, udaranya segar, jalurnya menantang,ʺ tuturnya.

 

Lihat juga...