Banjir di Jayapura Genangi Pasar dan Pemukiman Warga
JAYAPURA – Curah hujan tinggi mengguyur Kota Jayapura, Papua dan sekitarnya, sejak Jumat (22/2) malam hingga Sabtu (23/2) subuh, menyebabkan banjir di sejumlah titik di kota tersebut, termasuk pasar dan rumah warga. Di Pasar Yotefa Abepura, Kota Jayapura, hujan mengakibatkan banjir setinggi dada orang dewasa, sehingga para pedagang tak bisa menjual barang dagangannya.
Aktivitas jual-beli terpaksa dilakukan di pinggiran badan jalan raya dan pintu masuk selatan pasar. Para pedagang yang hendak berjualan tidak bisa memasukkan barang dagangannya ke dalam area pasar, karena lokasi itu kebanjiran.
Hujan deras juga mengakibatkan debit air Kali Acai naik hingga rata dengan tanggul, dan akhirnya meluap serta menggenangi perumahan warga di sepanjang sungai itu. Luapan air hingga Pasar.
Youtefa Rina, salah seorang ibu yang belanja di Pasar Yotefa, mengaku kesulitan menuju tempat itu, karena jalanan macet dan banyaknya barang dagangan yang digelar di pinggiran jalan raya.
“Saya kesulitan belanja, karena hari ini padat sekali, kaget lihat pasar seperti lautan,” katanya, sembari menenteng barang belanjaannya.
Sity, salah satu pedagang di Pasar Yotefa, mengaku prihatin dengan banjir yang dialami terus-menerus tanpa ada keseriusan dari Pemerintah Kota Jayapura untuk menanggulanginya.
“Bagaimana kami pedagang bisa sejahtera, jika pada saat ini kami berjualan kondisi pasar banjir begini?” katanya.
Ia berharap, ke depan ada perhatian dari wali kota. Jika memang diperlukan, pasar itu segera direlokasi karena lokasinya sudah tidak layak.
Erik Abraham, salah satu warga yang berdomisili di pinggiran Kali Acai, mengaku banjir Kali Acai mengakibatkan rumahnya tergenang air.
“Banjir bikin saya punya laptop basah, semua pekerjaan hancur, sudah tidak bisa kerja,” katanya.
Margareta Pasau, salah satu warga yang tinggal di Jalan Worot, Abepura, mengaku harus mengeluarkan air dari dalam rumahnya.
“Sudah lama sekali tidak banjir, tapi kali ini baru banjir lagi, pagi-pagi kami bangun lalu kerja bakti bersihkan rumah,” ujarnya.
Beberapa titik lainnya juga terendam banjir, di antaranya kawasan Perumnas IV Padang Bulan Jayapura, dan rumah warga sekitar kawasan itu.
Pada Sabtu, BBMKG Wilayah V Jayapura mengeluarkan informasi tentang peringatan dini cuaca Jayapura, 23 Februari 2019, pukul 04.25 WIT, yang masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan petir, dan angin kencang sesaat pada pukul 04.30 WIT di wilayah Jayapura utara, Jayapura selatan Abepura, Heram, dan Muara Tami.
Situasi dapat meluas sampai wilayah Keerom dan sekitarnya. Kondisi itu diprakirakan berlangsung hingga pukul 06.30 WIT. (Ant)