Warga Terdampak Tsunami di Rajabasa Mulai Perbaiki Rumah
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Sejumlah warga di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, yang pada Sabtu (22/12/2018) terdampak tsunami, mulai memperbaiki rumahnya secara swadaya. Hal ini dilakukan agar segara dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala.
Nurlaela, salah satu warga Desa Kunjir, mulai memperbaiki rumah yang jebol akibat terjangan tsunami. Rumah milik sang mertua tersebut hanya mengalami kerusakan pada bagian depan dengan dinding jebol. Perbaikan dilakukan secara mandiri, dengan bantuan dari kerabat berupa semen, pasir serta tenaga kerja.
Nurlaela menyebut, akibat bencana tsunami itu rumahnya hancur, dan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Selain mandiri melakukan perbaikan rumah, ia juga mulai melakukan perbaikan pada warung, tepat di lokasi rumahnya yang tersapu tsunami. Keputusan memperbaiki rumah tanpa bantuan pemerintah, agar ia bisa kembali segera beraktivitas.

“Kami sepakat untuk memperbaiki rumah rusak yang akan kami gunakan menghidupkan perekonomian masyarakat, karena selama ini kawasan Kunjir dikenal sebagai desa wisata,” terang Nurlaela, saat ditemui Cendana News di rumah kerabatnya, Kamis (17/1/2019).
Nurlaela yakin, bisa mulai bangkit dengan membenahi sejumlah fasilitas, di antaranya tempat tinggal, warung dan usaha kuliner. Kemandirian untuk kembali membangun tempat tinggalnya, pun didukung oleh sejumlah relawan.
Ia menyebut, saat ini bersama sang suami, Iyung, mulai membangun warung untuk berjualan pulsa.
Perbaikan secara mandiri atau swadaya juga dilakukan pada tempat ibadah. Salah satu masjid terdampak, yakni Masjid Nurul Iman, diperbaiki dengan bantuan relawan dan masyarakat.
Selain relawan laki-laki, peran serta sejumlah ibu rumah tangga terlihat dengan adanya dapur umum, untuk memenuhi konsumi pekerja dan relawan.
Tuti, salah satu warga, menyebut pembuatan dapur umum juga dilakukan secara mandiri. Melalui penyediaan dapur umum mandiri tersebut, Tuti juga melibatkan sebagian ibu rumah tangga di wilayah tersebut.
Menurutnya, gotong royong yang melibatkan ibu rumah tangga, menjadi sarana untuk membangkitkan semangat warga. Bantuan untuk pembangunan masjid, bahkan berasal dari sejumlah relawan serta berbagai pihak yang peduli pada Masjid Nurul Iman.
“Kami para ibu di lokasi terdampak tsunami mulai berbenah, agar bisa melakukan aktivitas seperti biasa,”beber Tuti.
Mulai bangkitnya kehidupan masyarakat di pesisir Rajabasa, terlihat juga di Dusun Merak Kunjir. Jahida, salah satu warga, mengaku mulai melakukan kegiatan pembersihan area rumah yang terdampak tsunami.
Jahida menjemur sejumlah buku pelajaran milik sang anak yang duduk di kelas 7 SMP Rajabasa. Sejumlah buku yang basah, di antaranya kamus bahasa Inggris, Alquran, buku LKS serta sejumlah buku pelajaran, lainnya.
“Saya menjemur buku buku pelajaran anak saya yang sekolah, karena sebentar lagi mendekati ujian. Kalau tidak punya buku nanti susah belajar,” beber Jahida.
Jahida menyebut, tsunami mengakibatkan rumahnya diterjang gelombang laut setinggi dua meter. Imbasnya, sejumlah peralatan rumah tangga hingga buku, rusak, bahkan hancur.
Selain rumahnya yang rusak, di wilayahnya masih banyak rumah warga lainnya yang hingga kini belum diperbaiki. Namun, sebagian warga mulai melakukan perbaikan rumah yang rusak secara mandiri, karena belum ada bantuan dari pemerintah.