Warga Sukses Berdayakan Waduk Penjalin untuk Wisata
Editor: Mahadeva
BREBES – Selama puluhan, Waduk Penjalin di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes hanya berfungsi sebagai tempat menampung air. Air tersebut, digunakan untuk mengairi lahan pertanian milik warga sekitar waduk.
Tanpa pengelolaan yang baik, suasana di sekitar waduk terlihat kumuh. Sampah tampak banyak berserakan tidak terkelola dengan baik. Kondisi tersebut berubah, setelah warga mulai berinisiatif untuk memperindah waduk dengan berbagai kreativitas. Tangga menuju bagian atas waduk di cat berwarna-warni. Kemudian dibuatkan taman jamur di bagian barat waduk.

Kemudian ada sanggar dan panggung apung, serta spot-spot foto menarik lainnya. ʺWaduk penjalin mulai berbenah pada akhir 2016, warga sekitar secara sukarela iuran untuk mempercantik waduk. Saat waduk mulai banyak dikunjungi wisatawan, bantuan mulai mengalir. Antara lain dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto serta pihak desa juga mulai mengalokasikan anggaran untuk waduk,ʺ kata pengelola Taman Jamur di Waduk Penjalin, Nurul Imani, Minggu (20/1/2019).
Obyek wisata Waduk Penjalin memiliki daya tarik tersendiri. Waduk tersebut dikelilingi pegunungan, dan berada di jalur utama antara Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Brebes. Akses menuju Waduk Penjalin sangat mudah.
Bangunan waduk merupakan peninggalan Belanda dan masih kokoh sampai sekarang. Setelah Waduk Penjalin menjadi salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi, perekonomian di kawasan tersebut berlahan mulai terdongkrak.
Masyarakat memanfaatkan untuk berjualan makanan, minuman, hingga pusat oleh-oleh dan suvenir. Usaha tersebut bermunculan bak jamur di musim penghujan. Kuliner yang diburu pengunjung di lokasi tersebut adalah olahan ikan betutu. Warung ikan betutu berada di tepi waduk, sehingga bisa menikmati ikan betutu sambil melihat keindahan waduk.

Kawasan waduk juga dilengkapi dengan wisata perahu atau warga setempat menyebutnya jukung, dengan biaya sewa Rp10 ribu hingga Rp25 ribu. Dengan perahu, wisatawan diajak berkeliling waduk seluas 1,25 kilometer persegi tersebut. Pengunjung juga bisa berkeliling waduk di jalan darat, dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor.
Menurut Nurul Imani, saat ini Desa Winduaji sudah berkembang menjadi desa wisata. Wisatawan yang berkunjung ke Waduk Penjalin dan ingin menginap, sudah tersedia homestay. ʺSelain kemauan warga untuk memajukan desa, bimbingan dari FISIP Unsoed juga sangat membantu dan memotivasi kami,ʺ pungkasnya.