Tiwul Wonogiri, Digemari di Bekasi
Editor: Mahadeva
BEKASI – Tiwul, menu kuliner Khas Wonogiri tersebut, kini menjelma sebagai makanan yang diburu untuk sarapan pagi di Kota Bekasi, Jawa Barat. Selain harga yang terjangkau, tiwul digemari sebagai menu berbahan dasar sehat.
“Tiwul ini khas Wonogiri, cukup digemari di berbagai komplek Perumahan di Kota Bekasi seperti komplek Angkaspuri, Graha Indah, di kawasan Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih. Tetapi yang beli orang Jawa juga, atau mereka yang diet,” kata Kirun, penjaja Tiwul keliling di Kota Bekasi, Minggu (26/1/2019).
Kirun, yang mengaku berasal dari Wonogiri, datang ke Bekasi khusus berjualan Tiwul keliling. Usahanya dilakukan dengan menggunakan sepeda motor, berkeliling ke setiap komplek perumahan. Harga satu porsi tiwul milik Kirun Rp5.000. Tiwul diproduksi sendiri oleh Kirun di Kontrakannya. Tiwul dibuat dengan bahan baku singkong pilihan. Cara membuat, singkong dikeringkan hingga menjadi gaplek. Kemudian ditumbuk menjadi tepung.
Cara memasak, tepung singkong dipercikkan sedikit air, lalu di tumbuk lagi sampai didapatkan butiran kecil-kecil. Buliran tersebut di kukus, dengan menggunakan alas daun pisang. Masukkan butiran kecil singkong tadi ke dalam dandang. “Kalo di Jawa Tiwul, banyak yang jual. Disini, terbatas dan harus rajin keliling. Soal bahan baku singkong cukup mudah di Bekasi,” tambah Kirun.
Tiwul, bisa dikonsumsi dengan lauk ikan atau daging agar lebih nikmat. Bahkan, tiwul bisa dicampur nasi, Tiwul di Jawa adalah panganan pengganti nasi. Tapi Tiwul yang dijual Kirun, dibubuhi kelapa dan gula.

Dalam sehari, Kirun, bisa menjajakan puluhan porsi tiwul. Jika dagangannya habis, sehari Kirun bisa membawa pulang uang Rp500 ribu. Dia berjualan dari pagi hingga menjelang siang, menggunakan sepeda motor. “Saya, jualan tidak hanya tiwul saja, semua tetapi ada getuk dan cenil. Semua panganan ini khas Wonogiri,” tandasnya.
Penggemar Tiwul, Risma, sarapan pagi dengan mengkonsumsi tiwul. Menurutnya, selain mengeyangkan, juga menyehatkan. “Kalo saya, diet, dan ada teman menyarankan untuk mengkonsumsi Tiwul sebagai pengganti nasi. Kebetulan mas ini lewat jualan tiwul, saya coba dan ketagihan karena fungsinya sama dengan nasi,” ujar Risma.