Pascakebakaran Tomang, Pemprov DKI Terus Cari Solusi Pemulihan
Editor: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, proses pemulihan pascakebakaran di Tomang yang baru dilakukan adalah pemulihan jangka pendek. Sementara masih memikirkan solusi jangka panjang untuk para korban kebakaran di Tomang, Jakarta Barat.
Anies menyebut, solusi jangka panjang itu akan diputuskan sembari melakukan proses pemulihan para korban. Untuk saat ini, kata Anies, korban sudah mendapatkan tempat tinggal sementara.
“Recovery jangka panjang kita pikirkan nanti, siang atau sore, kita akan ke sana,” kata Anies Baswedan kepada wartawan di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (22/1/2019).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku, pihaknya sudah cekatan dalam menanggulangi lokasi dan fasilitas bagi para korban kebakaran seperti kebutuhan kamar mandi, air bersih, dan tempat tinggal sementara.
“Semua fasilitas yang menjadi kebutuhan masyarakat akan kita siapkan. Alhamdulillah sudah dipersiapkan, jadi semua yang menjadi kebutuhan Insyaallah akan dibereskan terutama yang menyangkut air. Kemudian makanan dan tempat tinggal sementara,” jelas Anies.
Anies menyebut, kebutuhan para korban di tempat tinggal sementara telah diupayakan untuk dipenuhi oleh Pemprov DKI, terutama terkait kebutuhan air dan makanan.
Meski begitu, Anies mengakui, usai kejadian sempat ada keterlembatan untuk penyediaan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) bagi para korban.
“Kemarin sempat ada jeda fasilitas MCK belum masuk, tapi langsung sore saya telepon (Dinas) LH mereka menyatakan bahwa dalam perjalanan,” tutur Anies.
Sedangkan Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol. Hengki, mengatakan, sudah memeriksa dua orang saksi terkait kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah di permukiman padat penduduk Jalan Tomang Utara 1, Kelurahan Tomang. Kebakaran terjadi pada Senin (21/1) dini hari.
Dari hasil pemeriksaan dua orang saksi itu, kebakaran tersebut diduga kuat berasal dari ledakan tabung gas 40 Kg milik seorang pedagang rumah makan. Tabung gas yang sedang digunakan untuk memasak tersebut meledak hingga api cepat menjalar ke rumah-rumah sebelah sumber titik api.
“Penghuni rumah makan sumber ledakan tabung gas itu masih kami cari. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti sumber api,” ujarnya.
Dia menjelaskan, polisi telah melakukan penyelidikan dengan dua metode baik deduktif atau pun induktif. Dengan metode deduktif, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui asal mula kejadian kebakaran. Dari keterangan saksi yang diperoleh, asal muasal dari rumah warung makan, ledakan tabung gas 40 Kg.
Untuk memastikan dugaan itu, akan diperkuat dengan metode induktif yaitu dari hasil penelitian tim Labfor guna mengetahui sumber titik bakar, titik karbon.
“Apabila pelaku terbukti sengaja untuk mengakibatkan kebakaran, maka hal itu bisa diproses secara hukum dengan pasal 187. Sementara bila terjadi kelalaian maka pelaku bisa ditindak dengan Pasal 188 tentang kelalaian mengakibatkan kebakaran,” ungkapnya.
“Apakah kebakaran ini sengaja atau tidak, penyelidikan ini masih berkesinambungan. Kami meminta kepada Labfor untuk meneliti TKP. Kami akan pastikan,” sambungnya.
Diberitahukan, terjadi kebakaran yang membakar permukiman padat penduduk di Tomang, Jakarta Barat pada Senin (21/1/2019). Akibat peristiwa tersebut sekitar 200 rumah hangus terbakar.
Untuk diketahui, pemukiman padat penduduk di Jalan Tomang I, Jakarta Barat hangus terbakar. Kobaran api begitu cepat menyambar sehingga sebanyak 165 rumah warga hangus terbakar. Lebih dari 1.200 jiwa dari 289 KK kehilangan tempat tinggalnya.
25 mobil pemadam diterjunkan untuk memadamkan kobaran api. Dari informasi yang diterima, 165 rumah penduduk ludes terbakar di lima RT di tiga RW. Yakni, di RW 11; RT 10, RW 14; RT 01 RT 02 RT 03 dan RW 15; RT 02.