Hujan Sebabkan Banjir dan Longsor di Bakauheni

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Lampung Selatan (Lamsel) sejak sore hingga malam ini, Senin (21/1) menyebabkan sejumlah titik di Bakauheni tergenang air dan longsor.

Salah satu titik yang tergenang, di antaranya area tol gate pembelian tiket pelabuhan penyeberangan Bakauheni. Genangan air setinggi lutut orang dewasa, membuat sejumlah kendaraan yang akan membeli tiket di tol gate melintasi genangan air.

Humas PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Syaifulail Maslul, membenarkan hujan masih berlangsung.

Camat Bakauheni, Zaidan (kaos merah) meninjau dusun Pegantungan yang terendam air akibat luapan sungai Pegantungan -Foto: Ist.

Meski demikian, air yang menggenang sudah surut sehingga pelayanan pembelian tiket kendaraan roda empat, roda dua di tol gate tetap berjalan dengan normal.

Genangan air dominan berada di tol gate kendaraan menuju ke area pintu masuk dermaga eksekutif pelabuhan Bakauheni.

“Hujan deras sejak sore sempat membuat tol gate pembelian tiket kendaraan terimbas genangan air operasional kendaraan tetap berjalan normal, karena air segera surut,” terang Syaifulail Maslul saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (21/1/2019) malam.

Dio, salah satu petugas di tol gate pembelian tiket kendaraan, menyebut hujan deras berimbas genangan baru terjadi kali ini. Sebelumnya, meski hujan deras melanda wilayah tersebut tidak pernah terjadi genangan di area pembelian tiket kendaraan.

Keberadaan saluran drainase di area tersebut diduga tidak bisa menampung dan mengalirkan air yang mengalir melalui saluran air, sebagian berasal dari area Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Hujan deras juga berimbas permukiman warga  daerah aliran sungai Pegantungan terimbas luapan sungai. Debit air yang meningkat di sungai tersebut membuat air sungai meluap ke perkampungan warga yang ada di wilayah sungai tersebut.

Camat Bakauheni, Zaidan, langsung meninjau titik yang terimbas luapan sungai Pegantungan tersebut. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa, sebagian bercampur lumpur masuk ke sebagian rumah warga.

Zaidan menyebut, kawasan tersebut tahun sebelumnya juga pernah mengalami luapan sungai Pegantungan. Lokasi yang berada di dekat muara sungai serta adanya sedimentasi pada muara sungai dampak pembangunan jalan tol trans Sumatra, membuat air yang mengalir ke laut tidak langsung terbuang.

Pendangkalan alur sungai yang beberapa tahun sebelumnya bisa dipergunakan untuk lokasi sandar perahu nelayan, menjadi salah satu sebab aliran air sungai Pegantungan menggenang perumahan warga.

“Hujan yang mulai reda membuat genangan air bercampur lumpur mulai surut, dan warga mulai bergotong royong membersihkan bagian rumah,” terang Zaidan.

Warga sekitar yang rumahnya tidak tergenang air di wilayah tersebut, membantu warga menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam rumah. Sebagian barang-barang di antaranya diletakkan di bagian rumah yang tinggi menghindari genangan air.

Sembari menunggu air surut dan melakukan pembersihan sebagian, warga melakukan ronda malam dan membuat tanggul dari karung, mengantisipasi terjadinya luapan air sungai akibat hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut.

Selain luapan sungai Pegantungan yang mengakibatkan sejumlah rumah tergenang, hujan deras juga mengakibatkan sungai Sumber Muli meluap.

Menurut Zaidan, luapan air sungai yang berada di desa Totoharjo, kecamatan Bakauheni tersebut meluap ke permukiman warga. Beruntung, akibat hujan deras dan permukiman warga tergenang, tidak mengakibatkan kerusakan pada perumahan warga.

Meski demikian, warga di wilayah tersebut masih was-was dengan kondisi hujan deras yang masih mengguyur di wilayah tersebut. Imbas hujan deras, jalan penghubung desa Totoharjo dan Kelawi juga terputus sementara, akibat longsor dan material tanah menutupi jalan.

Lihat juga...