FKRS Gelar Kejurnas Renang Antar Sekolah dan PT
Editor: Mahadeva
YOGYAKARTA – Kejuaraan Nasional Renang Antarsekolah dan Perguruan Tinggi, kembali digelar di Yogyakarta. Ini untuk kali kedua, kejurnas renang dilaksanakan oleh Forum Klub Renang Sleman (FKRS).
Kali ini, kegiatan tersebut menargetkan akan diikuti 700 peserta. Kejurnas digelar di Kolam Renang Akademi Angkatan Udara (AAU) Tirta Kridha, Yogyakarta, Sabtu (2/2/2019) dan Minggu (3/2/2019). “Kejuaraan antarsekolah dan perguruan tinggi ini untuk menggairahkan olahraga renang di lembaga pendidikan. Selama ini bibit renang yang bermunculan memang ditempa di klub-klub renang. Meski demikian, kami berharap talenta muda bisa dijaring dari sekolah maupun perguruan tinggi,” kata Ismadi, Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas, Rabu (30/1/2019).
Ismadi mengungkapkan, sekolah maupun perguruan tinggi jarang melahirkan bibit renang. Pasalnya tidak semua sekolah memiliki kegiatan ekstrakurikuler renang. Bila ada, siswa rata-rata hanya berlatih sekali atau dua kali dalam seminggu.
“Bila siswa ingin menekuni renang, mereka biasanya berlatih di klub. Bila ada bibit muda yang terjaring di kejurnas ini dan kebetulan belum memiliki klub, kami tentu menyarankan agar mereka masuk ke klub renang. Hanya semua itu kembali ke siswanya,” tambahnya.
Meski merupakan kejurnas antarsekolah dan perguruan tinggi, panitia pertandingan tetap membaginya dalam Kelompok Umur (KU). Atlet akan berlomba mulai dari KU senior, yaitu kelompok umur usia 19 tahun ke atas. Selain itu ada KU 1 (16-18 tahun), KU 2 (14-15 tahun), KU 3 (12-13), KU 4 (10-11 tahun) dan KU 5 (sembilan tahun ke bawah).
“Jadi atlet berlomba atas nama sekolah dan perguruan tinggi. Hanya, kejuaraan tetap memakai kelompok umur sehingga nanti anak SD bisa bersaing dengan anak SMP karena mereka berada di KU yang sama,” kata Agung Purwandono, selaku Ketua Bidang Perwasitan dan Perlombaan PRSI DIY.
Menurut Agung, kejurnas tersebut sudah menjadi kalender PB PRSI. Sebagai kalender tahunan, hasil dari kejurnas akan menjadi database atlet renang, baik di tingkat provinsi maupun nasional. “Dari database tersebut akan menentukan peringkat atlet. Bila mereka tidak rutin mengikuti kejuaraan, peringkatnya bisa turun. Ini akan memacu atlet mengikuti kompetisi guna meraih prestasi,” ucapnya.