Euforia Tahun Politik, Hindari Hoaks

Editor: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Memasuki tahun politik, menjelang Pilpres 2019, Pemerintah Kota Bekasi, bersama Polres Metro Bekasi Kota dan Kodim 0507/Bekasi, gencar melakukan sosialisasi antihoaks di wilayah setempat dengan turun langsung ke setiap kecamatan.

Dalam seruannya, mengajak seluruh warga untuk mengantisipasi hoaks dengan memaksimalkan, salah satunya tempat ibadah terutama masjid, sebagai tempat penyebar kebaikan dan membangun akhlak. Sehingga menjadi pemersatu umat dalam menangkal kebohongan.

“Antihoaks perlu dideklarasikan, hoaks itu berita bohong. Dari zaman dulu sampai zaman sekarang sudah ada. Untuk itu, kami mengajak semua elemen bersama melawan hoaks dengan mengenali ciri berita bohong,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Komber Pol. Indarto, dalam deklarasi antihoaks, di Kecamatan Jatiasih, Senin (21/1/2019).

Dikatakan, masyarakat harus mengenal ciri khusus berita hoaks, agar tidak langsung disebar. Tetapi harus bersabar, tenang dan bertanya kepada pihak tertentu yang dianggap lebih memahami akan hal tersebut. Terutama kepolisian.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol. Indarto, menyampaikan imbauan antihoaks – Foto: Muhammad Amin

Menurutnya, ciri pertama hoaks adalah isinya mengajak atau mencoba mempengaruhi pihak tertentu untuk membenci seseorang. Saat ini, lanjutnya, menjelang tahun politik, penyebar berita hoaks mulai marak, dan masyarakat harus antisipasi itu.

“Berharap masjid jadi tempat pemersatu, penyebar kedamaian, dan membangun akhlak. Jangan sebaliknya. Untuk itu, perlu memperkuat masjid dengan kegiatan memberi ketenangan penyejuk hati, yang tidak baik pengurus masjid bisa segera mengambil alih,” tukasnya.

Indarto menegaskan, deklarasi antihoaks ini, digagas Pemkot Bekasi dengan substansi pertama ingin mengantisipasi agar masjid menjadi tempat pembangunan akhlak, pencipta perdamaian dan pemersatu umat.

“Bukan masjid untuk menyebar hoaks. Kota Bekasi sampai saat ini, jelang Pilpres aman, terkendali,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, usai deklarasi mengatakan, bahwa kegiatan tersebut kelanjutan deklarasi sebelumnya. Dikatakan, Kota Bekasi, ingin konsentrasi untuk menciptakan kerukunan antarsesama memasuki tahapan Pilpres 2019.

“Ini sebagai upaya dalam menangkal persoalan ghibah, fitnah, hoaks yang terjadi. Kegiatan ini melibatkan langsung alim ulama, tokoh ormas Islam, terus untuk vertikal ada Danramil, Kapolsek. Intinya adalah untuk membangun umat,” papar Rahmat Effendi.

Terkait masjid di Kota Bekasi, menurut Rahmat Effendi, tidak perlu diawasi. Tetapi, mengajak dari ruang lingkup  masjid itu sendiri yang memang sebagai rumah ibadah, sebagai tempat kebaikan, akidah umat muslim. Sehingga, imbuhnya, siapa pun yang keluar dari masjid, bisa membimbing umat.

“Persoalan Pilpres itu kembali ke masyarakat. Saya hanya sarankan pilihlah yang terbaik,” pungkasnya.

Deklarasi Antihoaks di Kecamatan Jatiasih, di samping dihadiri perwakilan Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507/Bekasi, juga melibatkan tiga kecamatan dengan penandatangan bersama dari Ketua NU Kota Bekasi, MUI, Muhammadiyah, Persis, DKM dan tokoh masyarakat setempat.

Lihat juga...