BUMDes Langgongsari Sukses Dongkrak Ekonomi Warga

Editor: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Saat sebagian besar desa menghabiskan bantuan dana desa untuk pembangunan infrastruktur.

Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas justru mengalokasikan sebagian besar dana desa untuk menghidupkan berbagai macam usaha yang dikelola Badan Usaha Miik Desa (BUMDes).

Selama lima tahun terakhir total sudah Rp 2 miliar lebih alokasi dana desa untuk BUMDes dan geliat usaha yang dirintis BUMDes secara perlahan mulai mendongkrak ekonomi warga.

ʺBUMDes di Desa Langgongsari ini patut dijadikan percontohan, karena berhasil mengelola berbagai macam jenis usaha yang melibatkan warga desa dan berdampak pada peningkatan ekonomi warga,ʺ kata Sardi Susanto, Ketua Komisi A DPRD Banyumas, di sela-sela kunjungannya ke Agrowisata Bulak Barokah di Desa Langgongsari.

Ketua Komisi A DPRD Banyumas, Sardi Susanto, mencoba pengolahan gula kristal di agrowisata Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Foto: Hermiana E. Effendi

Menurutnya, baru 30 persen desa di Kabupaten Banyumas yang sudah membentuk BUMDes. Namun, keberlangsungan BUMDes masih banyak yang harus ditingkatkan. Dari sisi aturan, Komisi A memberikan dukungan penuh dengan membuat peraturan daerah tentang BUMDes.

Aturan ini selanjutnya bisa ditindaklanjuti oleh tiap desa dengan melakukan inovasi.

ʺSemangat desa-desa di Banyumas untuk membentuk BUMDes sebenarnya cukup tinggi, terbukti dari 301 desa, sudah 30 persen yang mempunyai BUMDes. Namun, keberlanjutan BUMDes ini yang perlu dibina lagi, supaya bisa maksimal mempromosikan potensi ekonomi desa,ʺ jelas Sardi, Selasa (29/1/2019).

Kepala Desa Langgongsari, Rasim menjelaskan, desa mengalokasikan anggaran untuk BUMDes sejak tahun 2015, untuk pertama kalinya dianggarkan Rp 300 juta. Saat itu dipergunakan untuk membuka agrowisata durian di tanah seluas 4 hektare dengan pohon durian sebanyak 650 buah.

Setelah itu, tahun 2016, kembali dikucurkan anggaran Rp600 juta untuk melengkapi sarana dan prasarana di agrowisata. Dan tahun 2017, dianggarkan lebih besar lagi, sampai Rp900 juta, terakhir 2018 digelontorkan dana Rp 1,1 miliar.

ʺAnggaran untuk BUMDes rata–rata setiap tahun kita alokasikan antara 60-90 persen dari total dana desa. Sekarang total sudah mencapai Rp2 miliar lebih dan BUMDes sudah memiliki kawasan agrowisata durian serta sayuran yang cukup ramai dikunjungi wisatawan,ʺ terangnya.

Tak hanya mengandalkan tanaman durian, agrowisata juga dilengkapi dengan wisata edukasi seperti pengolahan gula kristal, pembuatan gula tebu yang menggunakan alat tradisional dan dijalankan kerbau.

Ketua Komisi A DPRD Banyumas, Sardi Susanto bersama Kades Langgongsari, Rasim melihat sapi perah yang berada di agrowisata Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Foto: Hermiana E. Effendi

Kemudian sapi perah, penggemukan sapi, kambing, hingga wisata terapi ikan. Untuk tanaman, juga dilengkapi dengan tanaman sayur lainnya seperti terong, cabai dan lainnya. Pengunjung juga bisa memetik sayuran segar organik langsung dari pohonnya.

ʺBUMDes juga mengantisipasi, jika sedang tidak musim durian supaya agrowisata tetap ramai dikunjungi, maka disediakan berbagai alternatif sayuran serta wisata edukasi,ʺ kata Rasim.

Seiring terus berkembangnya kawasan agrowisata ini, BUMDes juga menyediakan kios-kios kecil di depan agrowisata yang bisa dimanfaatkan warga sekitar untuk membuka usaha. Ada yang menjual aneka tanaman hasil persilangan, ada juga yang menjual sandal bandol atau sandal yang terbuat dari ban bekas, warung makanan, dan lain-lain.

Sardi Susanto menyatakan, apresiasi setinggi-tingginya kepada Desa Langgongsari. Desa yang dulu dikenal miskin, kini memiliki sentra ekonomi kerakyatan yang membuat desa tersebut menjadi lebih dikenal dan ekonomi warga meningkat.

 

Lihat juga...