Tokoh: Evaluasi Otsus Papua Lebih Penting

Dok: CDN
JAYAPURA – Tokoh adat Sentani, Yanto Khomlay Eluay, berpendapat bahwa lebih penting rakyat Papua mendorong evaluasi implementasi Otonomi Khusus (Otsus) daripada menghabiskan energi memperingati 1 Desember sebagai HUT Organisasi Papua Merdeka.
“Saat ini, lebih penting mengevaluasi Otsus Papua yang sudah 17 tahun berjalan, namun masih jauh dari keberhasilan,” katanya, di Jayapura, Papua.
Yanto yang merupakan anak dari almarhum pejuang kemerdekaan Papua, Theys Hiyo Eluay, menegaskan bahwa perayaan 1 Desember sebagai Hari Papua Merdeka tidak perlu dilakukan.
Ia mengaku tidak sependapat dengan kelompok-kelompok yang terus memanfaatkan isu Papua Merdeka, seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan United Liberal Movement for West Papua (ULWMP), yang bersuara untuk mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat di Bumi Cenderawasih itu.
“Saya tidak sepakat dengan kelompok-kelompok itu. Lebih baik kita evaluasi Otsus, daripada sibuk dengan hal yang tidak bermanfaat untuk rakyat dan malah menyusahkan diri sendiri,” kata Yanto Ondofolo Igwa-Igwa Sentani, sekaligus pewaris Keondofoloan dari almarhum sang ayah.
Yanto mengajak agar rakyat Papua tidak gampang termakan hasutan yang menyesatkan, hanya membuat terbawa dalam opini orang lain, tidak ingin Papua maju seperti daerah lainnya di Indonesia.
Apalagi, kata dia, pemerintah pusat sedang gencar-gencarnya membangun Papua dalam segala bidang, sehingga momentum ini sebaiknya segera disikapi dengan memberikan dukungan yang positif.
“Jangan cepat terprovokasi, mari kita berikan bentuk dukungan seperti dorong Otsus untuk dievaluasi atau diaudit, sejauh mana implementasinya,” katanya.
Pada 10 November lalu, kata dia, keluarga besar almarhum Ondofolo Theys Hiyo Eluay, telah berikrar mendukung NKRI, sehingga sudah sepantasnya untuk melakukan hal yang sama.
“Otsus ini adalah hasil perjuangan tokoh Papua, termasuk almarhum orang tua saya, tujuannya untuk kesejahteraan rakyat Papua, utamanya pendidikan. Namun sampai hari ini, saudara kita di pedalaman masih jauh tertinggal, padahal semua pemimpin adalah sesama Papua,” katanya.
“Kita juga harus tanya kepada wakil rakyat, sejauh mana pengawasan mereka dalam pembangunan pada masa Otsus ini, apa yang sudah dibangun. Sekolah bagaimana, apakah yang di pedalaman sudah sejajar atau belum, padahal dana besar sekali,” katanya.
Sebagai ondoafi tertinggi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Yanto menegaskan dan meminta, agar rakyat Papua lebih kritis pada hal yang positif, bukan negatif, apalagi termakan isu politik yang tidak tentu untuk kesejahteraan warga di sini. (Ant)
Lihat juga...