Pecak Lele Belimbing Wuluh, Menu Hangat di Musim Hujan
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Ikan lele kerap dibuat menjadi beragam jenis olahan, salah satunya Pecak Lele, yang dipadukan dengan Belimbing Wuluh. Menu yang dibuat dengan beragam bumbu rempah ini, juga memiliki khasiat menjaga stamina di saat musim hujan.
Yohana Ari, warga Penengahan, Lampung Selatan, mengatakan, Pecak Lele kerap dibuat dengan memadukan berbagai macam bumbu rempah. Proses pembuatan sederhana, dan bumbunya pun mudah diperoleh.
Menurut Yohana, Pecak Lele dibuat menggunakan jenis Lele organik, yang dikembangkan dengan asupan pakan organik. Ikan lele tersebut dibudidayakan menggunakan sistem kolam terpal, dengan pakan alami lemna minor dan azola, sehingga hasilnya ikan lele mengandung protein tinggi. Rasa ikan lele organik juga lebih renyah dibandingkan lele dengan pakan pelet pabrikan.
“Ikan lele yang saya gunakan untuk pembuatan pecak lele, aromanya tidak terlalu amis, kebersihan lebih terjamin, terutama untuk penyuka ikan lele,”terang Yohana Ari, saat ditemui Cendana News, Sabtu (1/12/2018).

Yohana menjelaskan, sebeum digunakan, ikan lele direndam menggunakan air garam dan perasan belimbing wuluh. Perendaman berfungsi menghilangkan aroma amis dan lendir yang masih menempel.
Ciri khas ikan lele yang memiliki aroma amis, bisa juga diatasi dengan merendam menggunakan perasan jeruk nipis sebelum digoreng.
Sementara, beberapa jenis bumbu Pecak Lele merupakan bahan pembuatan sambal yang sebagian disiapkan dalam kondisi segar, hasil menanam di kebun. Di antaranya, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, tomat, belimbing wuluh, gula, garam, penyedap rasa. Semua bahan tersebut dihaluskan dengan menggunakan cobek batu.
“Pengulekan umumnya dilakukan jangan terlalu lembut, sehingga masih terlihat jelas semua bumbu mentah untuk pembuatan pecak,” beber Yohana Ari.
Semua jenis bumbu yang dihaluskan, dipisahkan pada piring khusus, sembari menggoreng ikan lele hingga kering. Selanjutnya, semua jenis bumbu disiram dengan air panas atau ditumis hingga matang, kecuali belimbing wuluh dibiarkan tetap mentah sebelum ditaburkan. Setelah ikan lele yang digoreng kering, diletakkan pada sebuah piring dengan menggunakan daun pisang.
Selanjutnya lele yang sudah digoreng kering siap diberi taburan semua jenis bumbu yang dibuat tersebut. Selain teknik tersebut proses pencampuran ikan lele dengan bumbu pecak bisa dilakukan pula dengan mencampur pada wajan, hingga semua bumbu tercampur sempurna.
Belimbing wuluh yang sudah disiapkan kerap, dihaluskan atau digeprek menggunakan muntu atau penghalus bumbu dari batu.
Taburan belimbing wuluh segar tersebut akan menciptakan sensasi segar saat menyantap Pecak Lele.
Pecak Lele Belimbing Wuluh dengan berbagai bahan rempah, kata Yohana Ari, kerap disajikan saat musim penghujan. Pasalnya, kuliner tersebut memiliki beragam bumbu yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Melalui penggunaan bumbu yang beragam tersebut, terutama jenis rempah, Pecak Lele Belimbing Wuluh juga bisa menjaga stamina selama musim penghujan.
“Saat musim hujan, daya tahan tubuh kerap menurun dan sajian pecak lele bisa jadi alternatif mengenyangkan sekaligus menyehatkan,” beber Yohana Ari.
Pada sejumlah warung kuliner, Pecak Lele Belimbing Wuluh, kerap dijual di tepi Jalan Lintas Sumatra, saat malam. Belimbing wuluh yang memiliki rasa kecut kerap diganti dengan jeruk nipis yang menyegarkan.
