Tim Gabungan Bersiap Antar Jenazah ke Rumah Keluarga

Mobil ambulans RS Polri - Foto: Dok. CDN

PANGKALPINANG — Tim gabungan terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, Jasa Raharja, Lion Air dan pemerintah daerah akan turut mengantarkan langsung jenazah korban tragedi pesawat Lion Air yang jatuh di Perairan Karawang Jawa Barat, hingga ke rumah keluarga.

“Kami sudah mengadakan rapat koordinasi, pada intinya kami siap menyambut kedatangan jenazah dan mengantarkannya langsung ke rumah keluarga korban,” kata Kepala Basarnas Babel, Danang Triandoko di Pangkalpinang, Minggu (4/11/2018).

Ia menjelaskan, proses penyambutan jenazah akan dimulai pada Senin pagi dimana ada satu jenazah atas nama Karmin nanti akan disambut oleh tim, kemudian mengikuti serangkaian serah terima di bandara dan kemudian dilanjutkan dengan pemulangan jenazah ke rumah keluarganya.

“Prosesi seperti ini sudah kami persiapkan mulai dari hari pertama dan itu diberlakukan untuk semua korban asal Babel yang akan dipulangkan ke rumah keluarganya,” ujarnya.

Ia mengatakan, pada Senin (5/11) ada satu peti jenazah yang datang maka nanti skemanya tidak melalui kargo namun tetap singgah di posko krisis center sebelum diberangkatkan ke rumah keluarganya.

“Yang pasti kami sudah siap menyambut jenazah korban Lion Air ini selama 24 jam, tim sudah siap sesuai dengan tugasnya masing-masing,” katanya.

Danang Triandoko juga menyatakan satu pesawat hanya akan mengangkut dua peti jenazah korban tragedi Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada Senin (29/10) pagi.

“Satu penerbangan atau satu pesawat hanya akan mengangkut dua peti jenazah, artinya pemulangan jenazah yang teridentifikasi tentu tidak sekaligus,” katanya.

Namun demikian, kata dia, setelah berkoordinasi dengan pihak Lion Air bahwa maskapai tersebut siap menambah jadwal penerbangan dalam sehari untuk mempercepat proses pemulangan jenazah yang sudah teridentifikasi.

“Peti jenazah diangkut dengan menggunakan pesawat yang bergabung dengan penumpang lainnya, bukan menggunakan pesawat khusus namun tetap menjadi prioritas,” katanya.

Proses pemulangan jenazah dari Jakarta hingga ke rumah keluarganya di Babel didampingi dua anggota keluarga, termasuk mendamping saat berada dalam pesawat.

“Namun perlu kami tegaskan bahwa kami sudah siap menyambut kedatangan jenazah baik personel maupun peralatan, terutama mobil ambulan,” ujarnya.

Pesawat Lion Air JT 610 type B737-Max 8 dan sesuai manifes pesawat mengangakut ratusan penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi.

Kapten Pilot Bhavye Suneje yang membawa pesawat naas itu memiliki lebih 6.000 jam terbang, sementara Co Pilot Harvino telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang. Selain Kapten Pilot dan Co Pilot, ada enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. (Ant)

Lihat juga...