Tiga Instansi di Papua Bersinergi Kawal Realisasi APBN

TIMIKA  – Tiga instansi yang bernaung di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yaitu Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama, dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Amamapare Timika, terus membangun sinergi untuk mengawal realisasi APBN. Baik dari sisi penerimaan maupun pembiayaan.

Kepala KPPN Timika, Tukima, di Timika, Papua, Senin, mengatakan, sinergi yang dibangun yaitu dengan menerapkan nilai-nilai Kemenkeu di wilayah Timika yaitu mencakup integritas, profesionalitas, sinergi, pelayanan dan kesempurnaan.

“Tahun ini kami bersepakat untuk mendeklarasikan zona bebas korupsi. Kami juga berkomitmen membangun wilayah birokrasi bersih dan melayani,” jelas Tukima.

Kepala KPP Pratama Timika, Hery Sumartono, mengatakan, koordinasi dan sinergitas antar-instansi sangat penting terutama dalam rangka menggali potensi perpajakan di wilayah Kabupaten Mimika yang berimbas pada peningkatan penerimaan negara.

Hery mengakui, penerimaan negara di wilayah Kabupaten Mimika tahun ini meningkat cukup signifikan bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai contoh, katanya, penerimaan dari sektor bea dan cukai KPPBC TMP C Amamapare kini sudah mencapai Rp3,9 triliun dari target hanya Rp1,5 triliun.

Atas capaian itu, KPPBC TMP C Amamapare diketahui mendominasi 95 persen penerimaan bea dan cukai di Papua.

Sementara KPP Pratama Timika sendiri hingga akhir Oktober penerimaan pajak sudah mencapai Rp1,9 triliun dari target sebesar Rp2,78 triliun.

Penerimaan pajak KPP Pratama Timika menyumbang 24 persen dari penerimaan pajak di Papua.

Dari sisi pengeluaran, hingga akhir Oktober telah terealisasi 59,03 persen dari anggaran Rp1,5 triliun (bersumber dari APBN). (Ant)

Lihat juga...