Sekda NTB: Dana Penanganan Gempa Harus Dikelola Maksimal

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Sekda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rosiady Sayuti. Foto: Turmuzi

MATARAM — Sekretaris Daerah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rosiady Sayuti mengatakan, dana penanganan bencana gempa Lombok kalau dikelola dengan baik dan maksimal, bisa berdampak cukup positif bagi pertumbuhan ekonomi NTB.

“Sampai sekarang besaran dana yang masuk untuk penanganan proses rehabilitasi dan rekonstruksi sudah mencapai 600 miliar, kalau itu dikelola dengan baik dan tetap berputar di NTB, dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Rosiady di Mataram, Senin (26/11/2018).

Dengan besaran dana yang digunakan untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa tersebut, terutama untuk biaya pembangunan rumah kembali, semua kalangan masyarakat bisa merasakan manfaatnya.

Mulai dari penjual bahan bangunan hingga pekerja tukang yang mengerjakan proses pembangunan. Kondisi inilah yang dimaksud bisa menggairahkan perekonomian NTB kembali.

“Tantangannya, bagaimana semua uang tersebut bisa tetap dibelanjakan di NTB dan jangan sampai dibawa keluar,” katanya.

Tapi dalam kenyataannya, hampir semua bahan untuk pembangunan kembali rumah warga didatangkan dari luar, termasuk jasa tukang.

Salah satu cara untuk memastikan uang tersebut tetap berputar di NTB, dengan melatih masyarakat yang ingin menjadi aplikator panel Rumah Instan Sehat Sederhana (Risha) sesuai ketentuan Kemen PU PR, termasuk dengan melibatkan pengusaha lokal.

Sebelumnya, Menterian Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memastikan tidak akan mencairkan dana bantuan bencana gempa lebih banyak, kalau serapan anggaran yang ada belum mencapai 50 persen.

Langkah tersebut dilakukan, untuk memastikan semua masyarakat korban gempa, penerima bantuan tersebut bisa menggunakan anggaran yang ada secara maksimal sebagaimana peruntukkan.

Lihat juga...