Rumah Retret Ngison Nando Destinasi Wisata Rohani Umat Katolik di Lampung
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Wisata rohani dengan melakukan peziarahan, mencari keheningan untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipta masih menjadi alternatif bagi umat Katolik untuk ungkapan iman. Lokasi wisata ziarah rohani yang ada di Lampung di antaranya goa Maria Fajar Mataram, Lampung Tengah, goa Maria Padang Bulan Pringsewu dan goa Maria Ngison Nando Kalianda, Lampung Selatan.
Destinasi wisata rohani Ngison Nando yang berada di Jalan Lintas Sumatera, Kalianda menjadi lokasi bagi umat Katolik yang melakukan rekoleksi, retret atau permenungan rohani.
Fasilitas rumah retret Ngison Nando atau bermakna rumah yang sejuk, dingin dikelola oleh kongregasi biarawati Hati Kudus Yesus di Keuskupan Tanjungkarang. Suster Bernada, HK menyebut sebagai salah satu tempat untuk retret, sejumlah fasilitas devosi disediakan di antaranya stasi atau lokasi jalan salib melintasi perbukitan, goa Maria untuk berdoa Rosario.
Sr. Bernada, HK menyebut umat Katolik yang akan berkunjung ke rumah retret Ngison Nando didominasi oleh komunitas, keluarga dan umat secara perseorangan. Sesuai dengan keyakinan iman Katolik mendekatkan diri pada sang Pencipta dilakukan dengan olah laku devosi, di antaranya melalui jalan salib mengenangkan sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus sekaligus diakhiri dengan permenungan misteri keselamatan di Goa Maria melalui Misa Kudus.
“Kunjungan kerap ramai saat bulan tertentu yang oleh Gereja Katolik ditetapkan sebagai bulan istimewa, di antaranya Mei sebagai bulan Maria, Oktober bulan Rosario, November bulan arwah diisi dengan doa-doa,” terang Suster Bernada, HK saat ditemui Cendana News baru baru ini dalam rangkaian prosesi ziarah di rumah retret Ngison Nando.
Komunitas yang akan melakukan rangkaian ziarah disebut Sr. Bernada, HK kerap berasal dari wilayah Jakarta, Tangerang, Bandung. Paket ziarah rohani disebutnya merupakan rangkaian wisata rohani yang dipandu atau didampingi seorang pastor. Ziarah rohani diisi dengan rekoleksi atau retret untuk menengok kembali perjalanan hidup sekaligus merefleksikan iman dan hubungan manusia dengan sesama serta sang Pencipta.

Rumah retret Ngison Nando disebut Sr. Bernada,HK berada di atas bukit yang bisa memperlihatkan keindahan kota Kalianda lengkap dengan Gunung Rajabasa dan pantai pantai yang ada di sekitarnya.
Ia menyebut keindahan alam tersebut menjadi salah satu karya sang Pencipta sehingga menjadi tempat untuk merenungkan karya keselamatan yang kerap direnungkan saat retret. Fasilitas devosi jalan salib dengan 14 perhentian sepanjang kurang lebih satu kilometer merupakan rangkaian jalan kisah sengsara (via dolorosa) seperti yang ada di Yerusalem.
“Jalan salib tersebut akan berakhir di goa Maria yang menjadi lokasi devosi kepada bunda Maria biasanya diakhiri dengan Misa Kudus oleh pastor pendamping,” terang Sr.Bernada,HK.
Para peziarah yang kerap melakukan rangkaian devosi disebutnya akan melakukan rangkaian kunjungan ke sejumlah destinasi wisata rohani lain di Lampung. Namun salah satu keunggulan lokasi ziarah Ngison Nando disebut Sr.Bernada,HK karena lokasi yang berdekatan dengan dermaga Bom Kalianda pusat wisata kuliner, pantai Batu Rame, pantai Embe serta sejumlah destinasi wisata bahari. Para peziarah diakuinya akan melanjutkan perjalanan wisata sebagai penutup kegiatan sebelum kembali ke tempat asalnya.
Selain dikunjungi oleh ratusan umat Katolik dari wilayah luar pulau Sumatera, peziarah disebutnya juga berasal dari wilayah Lampung. Sebagai lokasi wisata rohani, lokasi tersebut bahkan menjadi salah satu tempat favorit untuk keluarga Katolik. Sr.Bernada,HK bahkan kerap memberi kesempatan kepada keluarga muda untuk berkunjung sekaligus berdoa di goa Maria Ngison Nando. Cara tersebut diakuinya sekaligus menjadi cara melestarikan tradisi Gereja Katolik yang kaya akan doa-doa devosi.
Pastor Wolfram Safari,Pr selaku salah satu pastor di Unit Pastoral Bakauheni menyebut wisata ziarah rohani masih menjadi pilihan umat Katolik saat zaman modern. Kehausan untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipta dilakukan dengan berbagai cara salah satunya melalui devosi. Gereja Katolik bahkan menganjurkan umat untuk melakukan sejumlah devosi dan ziarah menjadi salah satu cara. Kunjungan ke Ngison Nando disebut pastor Wolfram menjadi sarana bagi umat Katolik untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.
“Selain asupan gizi jasmani, asupan gizi rohani melalui devosi sekaligus kebersamaan dengan umat beriman bisa dilakukan dengan ziarah,” beber Pastor Wolfram,Pr.
Terlepas seusai ziarah rohani umat melakukan wisata bahari ia menyebut faktor kedekatan Ngison Nando dengan sejumlah objek wisata merupakan nilai lebih. Peziarahan rohani disebut pastor Wolfram sekaligus untuk menjadi renungan perjalanan manusia untuk kembali kepada sang pencipta. Keberadaan rumah retret Ngison Nando sebagai destinasi wisata rohani bagi umat Katolik disebutnya bisa dimanfaatkan secara maksimal. Tanpa harus menunggu bulan tertentu,devosi bisa dilakukan menyesuaikan waktu salah satunya di rumah retret Ngison Nando.
Sari, salah satu peziarah asal Jakarta yang berkunjung ke rumah retret Ngison Nando menyebut kunjungannya baru pertama kali. Bersama sekitar 20 orang umat Katolik satu stasi ia menyebut rangkaian ziarah rohani ke Ngison Nando dilakukan pada akhir pekan. Selain sebagai sebuah cara mendekatkan diri pada sang pencipta, perjalanan ziarah diakuinya dirangkai dengan perjalanan wisata.

Selain ke Ngison Nando, rombongan ziarah diakuinya akan mengunjungi Padang Bulan dan Fajar Mataram sebagai lokasi ziarah. Seusai melakukan kunjungan wisata rohani, sebelum kembali ke Jakarta rombongan juga akan mampir ke objek wisata bahari di Kalianda. Seperti pada umumnya kegiatan wisata kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk membeli sejumlah oleh oleh. Oleh oleh yang dibeli di antaranya perlengkapan devosi seperti kalung Rosario, salib dan buku buku rohani.