Pesona Gunung Agung di Pagi Hari dari Desa Rendang Karangasem
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
KARANGASEM — Semburat warna jingga menghiasi langit di pagi hari di esa Rendang Karangasem Bali. Udara yang sejuk ditambah kicauan burung membuka hari-hari masyarakat setempat yang berprofesi sebagai petani.

Dari balik Gunung Agung, matahari pagi mengintip dengan cahayanya yang indah. Menyapa alam dan masyarakat setempat sekaligus mengajak untuk bersyukur.
Itulah sedikit pesona yang menggambarkan keindahan pagi hari di Desa Rendang Karangasem. Keindahan matahari terbit (sunrise) selalu memanjakan warga setempat dan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara.
Meski Gunung Agung Bali pada akhir tahun lalu sempat mengalami erupsi dan menyebabkan ribuan orang memilih mengungsi, namun, di balik bencana itu, gunung tertinggi di pulau Bali ini tetap menyimpan pesona yang sayang untuk dilewatkan.
Keindahan ini bisa dilihat di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Karangasem. Berjarak sekitar 70 km dari pusat Kota Denpasar atau membutuhkan waktu selama tiga jam perjalanan.
Made Segiri, warga sekitar dan sekaligus sebagai pengelola wisata setempat mengatakan, keindahan Gunung Agung bisa dilihat di pagi hari. Hal ini dikarenakan belum tebalnya kabut di lereng gunung.
“Bentuk Gunungnya sangat kelihatan jelas,” ucap Made Segiri, Minggu, (4/11/2018).
Ia juga menjelaskan, pada saat yang bersamaan para pengunjung bisa juga melihat hamparan lahan perawatan milik warga dengan suara burung-burung yang khas. Serta aktivitas warga desa yang setiap pagi bisa dilihat di atas bukit. Untuk bisa menikmati keindahan ini, para wisatawan tidak perlu khawatir tidak bisa datang tepat di pagi pagi. Karena di sekitar Desa Rendang ini terdapat beberapa penginapan yang khusus melayani tamu.
Bahkan, di kala gunung agung sering erupsi, banyak wisatawan yang datang untuk menginap. Kala itu, hampir setiap hari semua kamar di penginapan penuh oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
“Harganya pun cukup murah, antara 200 hingga 500 ribu rupiah dalam sekali bermalam,” kata pria asal Denpasar ini.
Selain pemandangan indah pegunungan. Hal lain yang bisa di dapat saat berlibur di tempat ini adalah wisatawan bisa langsung melihat aktivitas pemantauan Gunung Agung di Pos Pantau Rendang. Di sini petugas PVMBG sering melakukan pemantau aktivitas gunung selama 24 jam. Para wisatawan bahkan dibolehkan untuk sekedar melihat proses pemantauan.
“Jadi tamu mengetahui informasi terkini terkait perkembangan gunung agung yang sempat erupsi beberapa bulan yang lalu,” pungkas Made Segiri.
Jika anda penasaran, silahkan mencoba mengunjungi destinasi wisata ini.