Program Access Unej Latih Puluhan Pelajar-Mahasiswa Miskin

JEMBER — Program Access Universitas Jember (Unej) melatih puluhan pelajar dan mahasiswa kurang mampu atau miskin untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para pelajar di Indonesia.

UPT Bahasa Unej menjalin kerja sama dengan IIEF Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) di Indonesia untuk melaksanakan English Access Microscholarship Program atau yang akrab disebut Program Access.

“Itu merupakan program beasiswa yang telah dilaksanakan di 85 negara dan diperuntukkan bagi remaja berusia 18-20 tahun (mahasiswa) dan remaja berusia 15-17 tahun (pelajar sekolah) yang berasal dari keluarga kurang mampu yang memiliki komitmen dan keinginan kuat untuk belajar bahasa Inggris,” kata Kepala UPT Bahasa Unej, Dr Aan Erlyana Fardhani, dalam kegiatan Pembukaan English Access Microscholarship Program di Gedung Mas Soerachman Unej, Selasa (13/11/2018).

Ia menyampaikan rasa syukurnya karena Unej menjadi salah satu perguruan tinggi yang terpilih dalam pelaksanaan Program Access tahun 2018 karena ada enam wilayah yang berpartisipasi dalam program itu yakni Lampung, Serang, Bima NTT, Ternate, Palangkaraya, dan Jember.

“Kami bersyukur bisa menjadi salah satu perguruan tinggi mewakili Jember yang dipilih untuk berpartisipasi dalam program access tahun ini,” tuturnya.

Menurutnya proses untuk menentukan siapa saja kandidat yang berhak untuk dipilih sudah dilakukan sejak Agustus-Oktober 2018, sehingga dari proses tersebut terpilih 60 remaja kandidat penerima beasiswa Program Access 2018 yang merupakan jumlah terbanyak dari penerima program beasiswa di lima kota lainnya.

“Ada 200 pelamar yang mengikuti seleksi administrasi sejak awal pendaftaran dibuka, kemudian ditentukan 103 orang yang lolos ke tahap wawancara dan dipilih 40 remaja yang merupakan pelajar sekolah dan 20 orang remaja yang merupakan mahasiswa yang lolos seleksi,” katanya.

Aan mengatakan 60 kandidat terpilih akan mendapatkan kursus, program intensif akhir pekan, dan berbagai kegiatan menarik lainnya seperti English Camp yang dapat memperluas wawasan budaya tentang Amerika Serikat dan membangun jiwa kepemimpinan para penerima beasiswa program.

“Para kandidat terpilih akan mengikuti program selama dua tahun. Kelas diadakan sebanyak tiga kali dalam seminggu dan akan dilaksanakan seusai jam sekolah dan di akhir pekan,” ujarnya.

Sementara Rektor Unej, Moh Hasan, berpesan kepada seluruh kandidat terpilih agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masing-masing peserta.

“Saya juga berharap dengan adanya Program Access tersebut dapat memberikan manfaat bukan hanya bagi siswa peserta, guru dan institusi penyelenggara tetapi juga komunitas yang lebih luas di Jember,” katanya.

Dalam Pembukaan English Access Microscholarship Program itu hadir di antaranya perwakilan dari IIEF, Wiati Rahayu, dan Perwakilan Konjen Amerika Serikat di Surabaya, Christine Getzler, serta 60 peserta beserta masing-masing orangtuanya. (Ant)

Lihat juga...