Populasi Ternak di Probolinggo Terus Meningkat
PROBOLINGGO — Populasi ternak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur terus mengalami peningkatan dan Probolinggo merupakan gudang ternak berdasarkan hasil sensus BPS pada tahun 2015 menempati peringkat ke-3 sesudah Sumenep dan Tuban.
“Jumlah populasi ternak di Probolinggo setiap tahun meningkat. Berdasarkan data BPS tahun 2017 tercatat sapi potong sebanyak 266.844 ekor, sapi perah sebanyak 6.653 ekor, kambing sebanyak 67.489 ekor, dan domba sebanyak 73.109 ekor,” kata Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo Muh Happy di Probolinggo, Jumat (16/11/2018).
Dengan peningkatan tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sehingga stok ternak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya mayoritas peternak di Kabupaten Probolinggo adalah peternak-peternak berskala kecil dengan karakteristik pemeliharaan secara tradisional/semi intensif dengan lahan yang terbatas.
“Biasanya usaha peternakan bukan merupakan usaha utama dengan tidak mempertimbangkan aspek-aspek bisnis dan rata-rata kepemilikan rendah,” tuturnya.
Ia menjelaskan potensi pengembangan peternak rakyat di wilayah Kabupaten Probolinggo meliputi lahan hijauan pakan ternak cukup luas, budaya ternak masih melekat pada masyarakat pedesaan, risiko kematian/kehilangan ternak dapat ditanggulangi dengan keikutsertaan asuransi ternak.
“Keberhasilan dalam kegiatan inseminasi buatan pada 1 Januari hingga 31 Oktober 2018 tercatat jumlah kebuntingan sebanyak 50.552 ekor dan jumlah kelahiran sebanyak 44.915 ekor,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) menggelar temu usaha dengan tema “Meningkatkan Profesionalisme dan Entrepreneurship Peternak Kabupaten Probolinggo Menuju Peternakan Terintegrasi”.
“Kami mengharapkan ada upaya dari semua pihak agar kelompok-kelompok tani dan peternak dapat menjadi peternak profesional yang menerapkan peternakan yang baik yakni dengan menjadikan kelompok berbadan usaha dan mampu menghapus pola pikir lama yang hanya mengharapkan bantuan pemerintah serta peternak mempunyai nilai tukar,” ujarnya. [Ant]