Petani di Sikka Diminta Jangan terburu-buru Menanam Jagung
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Hujan yang mengguyur kabupaten Sikka sejak akhir Oktober, membuat banyak petani yang mulai membersihkan kebun mereka dengan menebas rerumputan dan mulai menyewa traktor untuk membajak lahan kebun untuk ditanami jagung.

“Musim hujan memang mulai turun namun kadang tidak menentu sehingga kami berharap agar petani bisa menanyakan kepada dinas Pertanian kabupaten Sikka mengenai awal musim tanam,” sebut carolus Winfridus Keupung, direktur Wahana Tani Mandiri, Selasa (13/11/2018).
Dikatakan Wim sapaannya, dinas Pertanian biasanya selalu mendapat ramalan cuaca dari kantor BMKG Frans Seda Maumere mengenai intensitas curah hujan agar bisa mulai menanam.
“Biasanya musim tanam mulai bulan November atau awal Desember namun tergantung ramalan cuaca agar petani tidak mengalami gagal tanam dan gagal panen,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala dinas Pertanian kabupaten Sikka, Ir. Hendrikus Blasius Sali. Ia meminta agar petani jangan terburu-buru menanam jagung.
“Petani jangan mulai melakukan penanaman jagung sebab prediksi dari BMKG, sebagian besar wilayah NTT musim hujannya baru terjadi bulan Desember 2018,” ungkapnya.
Hengki menjelaskan, kemungkinan hujan yang terjadi saat ini masih sporadic, hanya terjadi di beberapa wilayah di kabupaten Sikka saja dan belum merata. Perkiraannya hujan akan merata di Desember nanti.
“Secara teknis Oktober hingga Desember adalah musim hujan pertama, sedangkan Januari sampai Maret merupakan musim hujan kedua. Namun untuk NTT kondisi iklimnya berubah-ubah,” tuturnya.
Perubahan iklim tambah Hengki menyebakan petani lebih banyak mulai menanam pada pertengahan sampai akhir Desember dimana saat itu curah hujan masih rendah.
Sementara itu kepala stasiun Meteorologi BMKG Maumere, Adi Laksmena menjelaskan, musim hujan di kabupaten Sikka terjadi di Dasarian III November untuk wilayah selatan.
“Untuk wilayah utara kabupaten Sikka, musim hujan berlangsung pada Desember Dasarian I. Untuk itu petani diharapkan mengikuti ramalan cuaca yang dibuat agar tanaman tidak mengalami kekeringan dan mati akibat tidak turun hujan,” harapnya.