Batan Harapkan Umpan Balik Tentang Nuklir dari Masyarakat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA — Memperkenalkan teknologi nuklir dan manfaatnya, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) terus berupaya meningkatkan jumlah mitra dalam menyebarluaskan hasil penelitian dan pengembangan pada masyarakat.

Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto mengungkapkan, salah satu langkah yang diambil dengan melakukan lokakarya, untuk memperkuat kerja sama dalam menyebarluaskan hasil litbang Batan.

Diterangkan, masih banyak masyarakat yang merasa ketakutan jika mendengar kata nuklir. Walaupun sebenarnya, pengaplikasiannya sendiri sudah banyak dirasakan manfaatnya.

“Banyak orang yang tidak mau mengenal nuklir karena ketakutannya, kecuali bagi mereka yang memang benar-benar membutuhkan. Dengan lokakarya ini diharapkan BATAN dapat memperbanyak kawan sekaligus mitra yang dapat membantu menyebarluaskan hasil litbang kepada masyarakat,” kata Djarot saat dihubungi Cendana News, Selasa (13/11/2018).

Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan data base terkait luasan lahan yang digunakan untuk menanam varietas hasil litbang dan data manfaat yang didapatkan petani setelah menggunakan produk litbang Batan di bidang pertanian.

“Kita juga menjadikan lokakarya sebagai sarana untuk mendapatkan kritik dan masukan untuk memperkuat jaringan antara Batan dengan mitranya. Sedangkan bagi para mitra, lokakarya ini menjadi sarana untuk berinteraksi langsung dan berbagi pengalaman selama menjalin kerja sama,” papar Djarot lebih lanjut.

Namun demikian, Djarot menambahkan, berbagai kendala dihadapi dalam menjalin kerja sama dengan mitra dalam rangka menyebarluaskan hasil litbang BATAN kepada masyarakat.

“Kendala atau tantangan itu selalu ada, yang utama adalah masalah anggaran, dan kita akan mencarikan jalan keluar dengan meyakinkan bahwa program kerja sama ini menguntungkan, sehingga diharapkan mitra daerah dapat mengalokasikan anggarannya untuk dapat membantu program kegiatan,” lanjutnya.

Hingga saat ini belum ada alat pengukur kesuksesan atau kegagalan dari bentuk kerja sama yang dijalin antara BATAN dengan para mitra. Diperlukan belajar dari pihak lain, baik universitas maupun lembaga pemerintah yang telah menerapkan kerja sama dengan pola yang serupa agar didapatkan rumusan yang komprehensif dalam menilai program kerja sama tersebut.

Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Batan, Hendig Winarno menyebutkan, pihaknya telah melakukan promosi hasil litbangnya kepada masyarakat dan telah menjangkau 31 provinsi yang ada di Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua Barat.

Promosi tersebut dilakukan dalam bentuk kerja sama dalam kegiatan Pendayagunaan Hasil Litbang Iptek Nuklir (PHLIN) dan dalam bentuk kerja sama penelitian berupa demoplot pertanian.

“Kerja sama yang dijalin antara BATAN dengan pihak mitra dilakukan dalam bentuk kontrak kerja pertahun, dan dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya, bila hasilnya baik dan kedua belah pihak masih ingin melanjutkan,” kata Hendig.

Hendig juga menambahkan, kerja sama dalam rangka PHLIN tersebut dilaksanakan dengan melalui beberapa tahapan yakni sosialisasi, pemberdayaan, kemandirian dan kemitraan. Setelah satu tahun, kerja sama tersebut dapat diperpanjang apabila daerah atau mitra menunjukkan hasil yang baik dan meningkat ke tahapan berikutnya.

Dari hasil kerja sama ini, Hendig berharap mitra atau daerah dapat berkembang secara mandiri dalam memanfaatkan hasil litbang BATAN.

Kendala yang sering dihadapi dalam menjalin kerja sama dengan pihak mitra, menurut Hendig, adalah perubahan organisasi dan personil pejabat pihak mitra di daerah, hal ini mengharuskan pihaknya menjalin koordinasi ulang agar kerja sama yang telah dirintis dapat berjalan dengan baik.

“Dengan adanya lokakarya ini diharapkan BATAN mendapatkan banyak masukan dari para mitra dalam mengembangkan hasil litbang dengan lebih baik. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengembangkan bidang pertanian dan bidang lainnya di daerah,” pungkasnya.

Lihat juga...