Nyeri Otot Menyerang, Utamakan Istirahat
Editor: Mahadeva WS
JAKARTA – Rasa nyeri pada tulang punggung bagian bawah, acap kali menjadi masalah bagi semua orang. Dan tanpa melakukan pemeriksaan, penderita sering mengambil mengambil tindakan untuk menghilangkan nyeri meski bersifat sementara.
Ahli Rehabilitasi Medik RS Satya Negara, Dr. Ita Kartika, SpKFr, menyatakan, untuk meredakan nyeri punggung bagian bawah (Low-Back Pain-LBP), langkah pertama yang dilakukan adalah istirahat. Istirahat dalam artian, merehatkan otot yang terasa nyeri. Langkah berikutnya, melakukan pemeriksaan yang tepat, sehingga bisa mendapatkan perawatan yang sesuai. “Jangan diurut dulu, karena kita belum tahu apa penyebabnya. Penyebab utama dari rasa nyeri di area punggung itu biasanya adalah cidera otot. Sehingga kita harus cek dulu kenapanya,” kata dr. Ita Kartika, Rabu (14/11/2018).
Saat dilakukan diagnosa, akan diambil langkah-langkah pengobatan. Urutannya adalah, penggunaan obat-obatan, istirahat, fisioterapi atau rehabilitasi medik, dan penggunaan alat bantu. “Penggunaan alat bantu atau biasa kita sebut korset, adalah suatu alat yang membantu penderita untuk menyangga tubuh, mengistirahatkan otot yang cedera, maupun sebagai pengingat kepada pasien. Sehingga bisa memposisikan gerakan sesuai dengan cideranya,” tambahnya.
Pasien penderita LBP, akan melewati prosedur rehabilitasi medik, baik sebelum maupun sesudah operasi. Penentuan kapan pasien memasuki tahap rehabilitasi medik, tergantung dari rekomendasi dokter dan kondisi pasien. Ada pasien yang membutuhkan penguatan otot, sebelum mendapat tindakan seperti operasi. “Tapi kalau sesudah operasi, biasanya akan rehabilitasi medik,” tambah dr. Ita.
Proses rehabilitasi medik, biasanya akan dibagi menjadi terapi dengan menggunakan alat, dan latihan untuk menguatkan otot. Rehabilitasi medik dengan menggunakan alat, saat ini sudah banyak dikurangi. Yang lebih banyak dilakukan, adalah terapi latihan, seperti berenang, yang merupakan terapi menggunakan media air.
Latihan penguatan otot, bukan hanya untuk penderita LBP. Tetapi juga bisa dilakukan bagi orang-orang yang tidak ingin terkena LBP. “Salah satu latihan yang bisa dilakukan adalah, William Flexion, yaitu, serangkaian gerakan yang bertujuan untuk memperkuat otot-otot abdomen dan gluteus maksimus, serta mengulur otot-otot ekstensor punggung. Bentuk latihannya berupa fleksi lumbosakral dengan memperhatikan frekuensi latihan dan tidak boleh melebihi batas nyeri,” urai dr. Ita.
Alternatif lainnya, latihan yoga, pilates dan core stabillizer. Untuk menghindari cidera saat mengangkat barang, punggung harus berada pada posisi tegak, dan mendekatkan jarak barang ke badan saat melakukan kegiatan mengangkat beban berat. “Penting diingat, untuk menghindari tekanan pada otot punggung, saat kita mengangkat sesuatu, posisi punggung kita harus tegak. Jangan membengkok. Dan barang juga tidak boleh jauh dari badan kita. Pengangkatan barang harus memanfaatkan kaki sebagai tenaga pengungkitnya, bukan punggung,” pungkasnya.