Mahasiswa UB Ciptakan Alat Pemurni Biogas Berbahan Serbuk Genteng

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MALANG — Empat mahasiswa Universitas Brawijaya kembali menghadirkan inovasi baru berupa alat pemurnian biogas melalui pemanfaatan serbuk genteng. Alat yang diberinama Biogas Purification Machine (Bio-Pum) tersebut dinilai mampu menurunkan kadar gas karbondioksida dan meningkatkan gas metan.

Biogas merupakan sumber energi terbarukan yang mampu memberikan kontribusi untuk kebutuhan bahan bakar. Namun panas yang dihasilkan dari energi biogas masih belum memiliki kualitas yang baik. Dibutuhkan upaya pemurnian biogas untuk menghasilkan kualitas pembakaran yang baik.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Pranaya Arya Satya, Muhammad Husni Mubarok, Fahrizal Choirul Annas, Shanda Ismaya mencoba berinovasi dengan menghadirkan Bio-Pum sebagai prototype alat pemurnian biogas yang memanfaatkan serbuk genteng untuk menghasilkan biometan sebagai renewable energy di Indonesia.

Dijelaskan Pranaya, jika pada umumnya bahan yang digunakan sebagai absorben berasal dari bahan kimia zeolit, pada Bio-Pum peran zeolit digantikan dengan serbuk genteng.

“Menurut literatur yang kami pelajari, penggunaan serbuk genteng menggandung beberapa senyawa seperti silika yang dapat mengikat gas-gas seperti gas karbodioksida dan hidrogen sulfida,” jelasnya, Kamis (15/11/2018).

Penggunaan serbuk genteng karena ingin melakukan pemurnian biogas tapi dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan mudah didapatkan, tandasnya.

Serbuk-serbuk genteng tersebut ditempatkan dalam tiga buah tabung absorben berwarna jingga, dimana setiap tabungnya membutuhkan satu buah genteng.

Disampaikan Pranaya, cara kerja Bio-Pum menggunakan metode pemurnian gas dengan penyerapan.

“Jadi biogas yang dialirkan dari digester akan melewati mesin pemurnian dengan cara menghubungkan melalui selang input. Selanjutnya biogas mengalir melalui tiga tabung penyerap yang telah berisi serbuk genteng,” terangnya.

Kemudian nantinya ketika gas akan ditampung, tekanan yang dihasilkan oleh biometan akan dibaca oleh pressure gauge, sementara volume gas yang keluar diukur dengan flow meter, katanya.

Menurutnya, berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan selama ini, diperoleh hasil bahwa serbuk genteng mampu berperan sebagai absorben dalam pemurnian biogas menggunakan prototype Bio-Pum.

“Dari hasil pengujian pemurnian biogas dengan menggunakan Bio-Pum, diperoleh data bahwa kadar karbondioksida mengalami penurunan sebesar 46,24 persen dan kadar metan mengalami peningkatan sebesar 42.02 persen,” ungkapnya.

Melalui inovasi Bio-Pum, empat orang mahasi UB tersebut berhasil meraih juara satu bidang energi dalam ajang inovasi teknologi kota Malang 2018.

Lihat juga...