KSU Derami Perkirakan NPL 2018 di Bawah Tiga Persen
Editor: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Tahun 2018, sepertinya tahun terbaik bagi Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat. Hal ini diperkirakan, hingga bulan November 2018 berjalan, non performing loan (NPL) melalui pinjaman di Tabur Puja berada di 2,80 persen atau sebesar Rp95 juta – Rp105 juta.
Manajer Tabur Puja Padang, Margono Okta, menjelaskan, hingga akhir bulan, NPL diperkirakan di bawah 3 persen. Kondisi itu mengingat hanya tinggal 1 bulan lagi pada tahun ini, maka NPL di KSU Derami Padang tahun 2018 ini berada di angka yang cukup baik.
“NPL di bawah 3 persen sebenarnya sudah terbilang cukup baik. Artinya, jika berada di bawah 3 persen, tunggakan kredit itu hanya berkisar Rp80 juta paling tinggi. Melihat dana dari Yayasan Damandiri yang dimasukkan ke KSU Derami Padang Rp3 miliar, maka angka tunggakan yang demikian bisa dibilang tidak terlalu parah,” katanya, Rabu (21/11/2018).
Meno, panggilannya, menyebutkan, rendahnya NPL yang diperoleh pada tahun ini, karena adanya langkah seleksi dari setiap Asisten Kredit (AK) yang benar-benar ketat menentukan, siapa masyarakat yang dinilai berhak mendapatkan pinjaman lunak dari Tabur Puja. Maksud berhak itu, yakni masyarakat yang benar-benar kurang mampu dan memiliki konsep usaha yang mampu berjalan dengan baik.
“Terkadang ada masyarakat yang mengajukan pinjaman usahanya, lagi dililit hutang, dan sebagai pelarian mengajukan pinjaman lunak ke Tabur Puja, tujuannya untuk membayar hutang dan bukan untuk modal usaha,” ujarnya.
Cara lainnya yakni menerapkan simpanan anggota setelah menerima pencairan pinjaman lunak Tabur Puja. Jumlahnya pun tidaklah banyak yakni berkisar Rp5.000, dengan adanya simpanan anggota itu, apabila dari anggota mengalami kesulitan membayarkan kredit pinjaman, maka uang simpanan anggota dapat digunakan.
Menurutnya, dengan cara demikian, maka akan meminimalisir terjadinya kredit macet di tiap-tiap Posdaya. Meski misi KSU Derami melalui unit Tabur Puja ialah mengentaskan kemiskinan, persoalan khawatir akan adanya pihak yang memanfaatkan kemudahan peminjaman dana di Tabur Puja, juga perlu untuk diwaspadai.
“Kita tidak bermaksud mempersulit masyarakat untuk mendapatkan pinjaman modal usaha. Bagi kita di Tabur Puja, jika masyarakat benar-benar serius ingin memperbaiki ekonomi keluarga dengan cara menjalankan usaha, maka Tabur Puja akan bantu. Tapi kalau hanya alasan tertentu, Tabur Puja tidak bisa memahami kondisi yang demikian,” ucapnya.
Meno juga mengatakan, dengan adanya perkiraan NPL pada tahun ini berada di bawah 3 persen, akan menjadi motivasi bagi KSU Derami melalui Tabur Puja, bekerja lebih baik lagi, dan lebih menekan angka NPL. Apalagi kini ada beberapa Posdaya yang sempat tutup, kini kembali dibuka dan difungsikan.
Membuka kembali Posdaya yang telah sempat tutup, jika dilihat dari sisi risiko, sebenarnya adalah langkah yang cukup berisiko. Akan tetapi, untuk Posdaya yang difungsikan kembali itu, perlu dilakukan pembinaan supaya persoalan kredit macet yang tinggi di Posdaya yang ditutup tersebut, tidak terulang lagi, di saat ada kesempatan untuk kembali beroperasi.
“Tujuan kita mengoperasikan kembali Posdaya yang sempat tutup, karena kita melihat potensi masih bagus di daerah tersebut. Selain itu secara finansial, KSU Derami masih menginginkan Posdaya tetap berjalan,” tegasnya.
Meno berharap dengan adanya peran dibukanya kembali Posdaya yang sempat ditutup itu, dapat memberikan sumbangsih yang bagus pula untuk perekonomian masyarakat. Selain itu kepada masyarakat juga diharapkan dapat memanfaatkan sebaik mungkin kehadiran Tabur Puja.
“Jalankanlah usaha dengan baik dan jujur, dan seriuslah dalam membayarkan kredit. Apabila itu dijalankan, maka secara perlahan, ekonomi akan membaik,” sebutnya.