Jasa Tambal Alat Dapur Hanya Butuh Modal Kecil

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Dayat (56) warga asal Majalengka, Jawa Barat, yang menetap sementara di Bakauheni, Lampung Selatan, menekuni usaha jasa tambal alat dapur sebagai mata pencaharian.
Jasa tambal alat dapur yang ditekuninya itu, menurutnya, menjadi pilihan karena hanya membutuhkan peralatan sederhana. Ia berjalan kaki berkeliling dari satu desa ke desa lain, membawa  peralatan, seperti kertas tambal jenis aluminium foil serta sendok.
Menurutnya, prinsip kerja jasa tambal alat dapur persis sama dengan alat patri, meski alat yang digunakan berbeda.
Dayat mengaku menekuni usaha tersebut sejak 2000 silam, dari tempat asalnya di Majalengka. Berbekal kertas tambal aluminium foil dan periuk sebagai contoh hasil tambalan, ia menawarkan jasanya kepada sejumlah ibu rumah tangga.
Sebagian ibu rumah tangga pun mengaku sudah sering menggunakan jasa patri, namun karena tarif jasa yang ditawarkan cukup murah, jasa tambal milik Dayat menjadi alternatif dan dianggap lebih praktis. Pengguna jasa bahkan bisa menekan pengeluaran dibanding harus membeli alat dapur baru.
“Saya demonstrasikan atau contohkan terlebih dahulu hasil tambalan pada alat dapur dari yang kerusakan kecil hingga besar, dan sebagian besar pemilik alat dapur bocor, puas karena bisa dipakai lagi,” terang Dayat, saat ditemui Cendana News di Bakauheni, Selasa (20/11/2018).
Menurut Dayat, sejumlah ibu rumah tangga kerap kebingungan dan panik saat ada alat dapur bocor. Beberapa pilihan solusi bisa dilakukan, misalnya menggunakan lem baja yang dijual di toko bangunan, menunggu tukang patri lewat yang waktunya tidak bisa diprediksi, dan pilihan ketiga menggunakan jasa yang ditekuni Dayat.
Berkeliling menawarkan jasa tambal alat dapur, Dayat membawa sekitar 100 hingga 200 lembar kertas aluminium foil per hari. Kertas yang ringan dan pengaplikasian pada alat dapur bocor yang bisa dikerjakan oleh ibu rumah tangga, membuatnya juga menjual kertas alumunium foil tersebut.
Dalam sehari, ia mengaku bisa menggunakan dan menjual kertas aluminium foil sebanyak 60 hingga 100 lembar. Setelah ibu rumah tangga mengetahui cara kerja tambal alat dapur proses penambalan bisa dilakukan dengan sederhana.
“Pada kertas aluminium foil, disediakan petunjuk serta langkah penggunaannya, biasanya saya ajarkan sembari menambal alat dapur, jadi banyak warga membeli kertas aluminium foil,” beber Dayat.
Kelebihan kertas aluminium foil atau dikenal dengan alat tambal panci, kata Dayat, adalah tahan panas, tahan cuaca dan awet. Proses pengerjaan penambalan pun hanya dalam waktu kurang dari setengah jam.
Berkat usaha jasa tambal alat dapur keliling tersebut, Dayat mengaku memperoleh hasil yang menjanjikan. Rata-rata per hari bisa menjual kertas aluminium foil untuk tambal alat dapur sebanyak 50 hingga 100 lembar dengan omzet Rp750.000 hingga Rp1 juta.
Hasil tersebut bisa lebih sedikit atau lebih banyak, menyesuaikan banyaknya konsumen pemakai jasa dan pembeli kertas aluminium foil.
Ia menyebut, jasa tambal alat dapur banyak diminati di pedesaan oleh ibu rumah tangga. Ia pun kerap memberi diskon dengan harga kertas aluminium foil Rp15.000 per lembar, dijual Rp25.000 per dua lembar. Tanpa membeli alat tersebut dengan hanya menambal jasa yang ditawarkan Rp5.000 per lubang.
Selain diaplikasikan pada alat dapur berbahan aluminium, Dayat mengaku bahan plastik juga bisa ditambal dengan kertas aluminium foil.
Penambalan pada bagian yang bocor memakai sendok yang dipanaskan, aluminium foil ditempelkan hingga menutup. Proses yang dilakukan berulang-ulang memakai kertas aluminium foil pada dua sisi, membuat tambalan lebih rapat dan kencang. Ember plastik yang bocor pun sangat cocok ditambal dengan alat tersebut.
“Sekarang banyak anak muda yang mengaplikasikan kertas aluminium foil untuk menambal knalpot motor, tangki bensin. Tidak hanya ibu rumah tangga saja,”cetus Dayat.
Komariah (50), salah satu pemilik warung makan di Jalan Lintas Timur Bakauheni, mengaku memiliki dua panci bocor. Selama dua pekan terakhir, ia menunggu tukang patri melintas, namun belum lewat.
Sebelumnya, ia mengaku menambal panci miliknya yang bocor dengan penambalan menghabiskan biaya sekitar Rp75.000. Setelah menggunakan jasa tambal alat dapur menggunakan alumunium foil, ia hanya mengeluarkan biaya Rp40.000 termasuk membeli kertas aluminium foil.
“Solusi cepat untuk menambal memang bisa diaplikasikan menggunakan kertas aluminium foil, hasilnya juga rapi dan kalau bocor lagi bisa saya tambal sendiri, lebih praktis dan hemat,” beber Komariah.
Berkat jasa tambal alat dapur keliling tersebut, ia mengaku bisa berhemat puluhan ribu, sekaligus tanpa harus membeli alat dapur baru.
Lihat juga...