Inovasi Koperasi Wanita di Malang Ciptakan Entrepreneur Baru
MALANG — Koperasi Wanita Setia Budi Wanita (SBW) Malang meluncurkan layanan bergerak, guna menjawab tantangan generasi milenial yang selama ini cenderung melihat koperasi dengan sebelah mata, karena citra yang terkesan kuno dan pelayanannya yang konvensional.
Ketua Umum Kopwan SBW, Sri Untari, menerangkan layanan bergerak itu diberi nama “SBW Mobile”. Setiap anggota Kopwan tidak hanya dapat menggunakan untuk pembayaran saja, tetapi juga bisa memanfaatkannya untuk kepentingan bisnis yang efisien di rumah masing-masing.
“SBW Mobile bisa menciptakan entrepreneur baru untuk membantu anggotanya menambah penghasilan. Misalnya untuk melayani penjualan pulsa, listrik, dan sejenisnya. Banyak sekali manfaat yang diperoleh anggota dari SBW Mobile tersebut,” ujar Sri Untari di Malang, Rabu (31/10/2018).
Inovasi SBW bergerak ini terbukti memudahkan anggota di era yang serba digital saat ini. Layanannya juga sangat lengkap, mulai dari pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), token listrik, pembayaran tagihan air PDAM, pembelian tiket pesawat dan kereta api, hingga pembelian pulsa.
Jadi, kata Untari yang juga Anggota DPRD Provinsi Jatim itu, SBW sama sekali sudah tidak konvensional, melainkan terus mengikuti perkembangan zaman. “Jadi, koperasi ini mampu bersaing di era revolusi industri seperti saat ini,” ucapnya.
Inovasi SBW Bergerak tersebut mendapatkan apresiasi dari Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Untung Tri Basuki.
“Koperasi ini sudah ada kemajuan yang berarti, anggotanya sudah lebih banyak. Masyarakat bisa ikut bergabung di Koperasi SBW karena koperasi ini sudah mendapat grade tinggi dari Kementrian Koperasi,” kata Untung di sela kunjungannya di Kopwan SBW Malang.
Untung berharap koperasi lain bisa seperti koperasi SBW yang terus menunjukkan perkembangan dan terus berinovasi. Ia juga mengapresiasi SBW sebagai pelopor sistem tanggung renteng. Memang, perkembangan Kopwan SBW ini sangat baik, contohnya perkembangan aset yang tumbuh 10 hingga 15 persen per tahun.
Dalam kunjungannya ke Kopwan SBW tersebut, selain untuk mengecek perkembangan koperasi tersebut, Untung dengan Pengurus SBW juga mendiskusikan Peraturam Menteri Koperasi Nomor 9 Tahun 2018, dimana Sri Untari mengusulkan berbagai hal terkait sistem yang dibangun di pusat.
“Hanya saja, tanggung renteng itu tidak bisa masuk ke dalam sistem. Ini usulan kami agar kementerian mencoba untuk memperbaiki sistem itu supaya kekhususan masing-masing koperasi mampu diadaptasi ke dalam sistem,” kata Untari.
Kopwan SBW Malang termasuk salah satu koperasi tertua di Malang. Didirikan pada 1977 oleh Mursia Zaafril Ilyas, seorang mantan sekretaris Bung Karno, ajudan Bung Hatta, dan murid Sjahrir. Saat ini, anggota Kopwan SBW telah mencapai lebih dari 9.500 orang. (Ant)