Enfishmo Universitas Brawijaya Kembangkan Produk Perikanan dan Kelautan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MALANG — Tim peneliti Environmental Fisheries Molecular Research Group (Enfishmo) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya (FPIK UB) terus mengembangkan penelitian di bidang perikanan dan kelautan. Berbagai produk telah dihasilkan untuk menjaga kualitas air dan kondisi perikanan.

Research asisten Enfishmo, Jefri Anjaini menyebutkan, ada beberapa jenis produk yang telah berhasil diciptakan untuk memperbaiki kualitas air dan menghindarkan ikan dan udang dari serangan penyakit.

“Produk tersebut di antaranya Avibro, Bioaxiga dan Profisher,” ujarnya, Senin (19/11/2018).

Dijelaskan, Avibro merupakan bubuk anti vibriosis berbahan organik yang berfungsi sebagai anti bakteri pada budidaya ikan maupun udang. Produk tersebut mampu menghambat vibriosis dengan menghambat munculnya faktor patogenitas melalui pemutusan autoinducer quorumensing. Selain itu juga membunuh bakteri vibrio dengan merusak dinding sel.

“Avibro memanfaatkan potensi lokal yang belum dimanfaatkan untuk mengobati penyakit yang menginfeksi ikan dan udang,” jelasnya.

Avibro sendiri tersedia dalam bentuk serbu sehingga lebih praktis dan efisien dalam penggunaannya, serta bisa diaplikasikan di lapangan maupun di aquarium.

Selanjutnya antioksidan BioAxiga yang terbuat dari Alga laut atau rumput laut. Berfungsi untuk mencegah White sport syndrome virus (WSSV) pada udang yang bisa menyebabkan kematian massal.

“Jadi kalau petambak, udangnya terkena WSSV itu harus langsung dipanen massal. Karena pilihannya hanya dua. Mau dipanen massal, atau mati massal,” terangnya.

Dari permasalahan tersebut kemudian tim Enfishmo coba membuat imuno stimulan untuk pencegahan dengan menggunakan bahan organik seperti rumput laut.

Jika menggunakan antibiotik dari pasaran yang kebanyakan mengandung bahan sintetis, menyebabkan udang tidak layak ekspor karena terdapat residu bahan sintetis pada daging udang.

“Untuk itu kami berinisiatif menggunakan bahan organik sebagai pencegahan penyakit pada ikan dan udang,” ungkapnya.

Sementara itu, Profisher adalah produk probiotik yang dapat digunakan bagi pembudidaya ikan dan udang untuk meningkatkan efisiensi pakan, nilai gizi, dan mengurangi limbah hasil kegiatan budidaya yang dapat membahayakan lingkungan.

“Profisher terbuat dari limbah pasar seperti sayur dan buah-buahan yang sudah tidak terpakai dan difermentasi menggunakan bakteri-bakteri probiotik yang berfungsi untuk memperbaiki kualitas perairan,” terangnya.

Kemudian ada tambaham rempah-rempah yang gunanya untuk meningkatkan nafsu makan dan kekebalan (imun) pada ikan dan udang.

“Selain itu kami juga memproduksi produk pakan yang memiliki kandungan protein tinggi untuk budidaya ikan air tawar seperti ikan lele, mujair maupun ikan nila,” pungkasnya.

Lihat juga...