Disiplin Kunci Sukses Tabur Puja di Desa Mandiri Lestari Kedungkandang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MALANG — Disiplin dan tertib membayar angsuran menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan program Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) yang digagas Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri). Hal ini pula yang coba diterapkan Koperasi Unit Desa (KUD) Subur, Desa Mandiri Lestari Kedungkandang kepada setiap anggotanya.

“Alhamdulillah selama ini tidak ada kendala maupun tunggakan. Karena kami selalu menekankan ketertiban angsuran dan kedisiplinan anggota merupakan salah satu faktor dari penilaian Damandiri dalam pemberian bantuan,” jelas manager unit tabur puja, Dian Novianti Widiasari.

Menurutnya, untuk mewujudkan, para pengurus harus memaksimalkan kerjanya agar anggota selalu tepat waktu dalam membayarkan angsurannya, sehingga tidak ada yang menunggak.

“Jika anggota tidak tertib, maka banyak yang akan terdampak. , Sistem tanggung renteng juga diterapkan sebagai dana talangan jika ada anggota yang menunggak,” ucapnya.

Lebih lanjut disebutkan, tabur puja juga mempermudah mekanisme angsuran, agar tidak memberatkan anggota untuk melunasi.

“Para anggota ini setiap bulannya membayar angsuran sebesar 200 ribu selama 12 bulan. Tapi untuk meringankan, mereka bisa mencicilnya dengan membayar 50 ribu setiap minggu,” terangnya.

Setiap kelompok harus membiasakan membuka kantor operasional seminggu sekali untuk menerima pembayaran cicilan angsuran dari anggota.

Disampaikan Dian, syarat peminjaman, anggota harus menyerahkan fotocopy KTP dan KK. Serta dipastikan merupakan warga Kedungkandang dan domisili RW nya sesuai dengan kelompok.

“Selain itu penerima pinjaman diutamakan bagi warga Pra Keluarga Sejahtera (Pra KS) dan Keluarga Sejahtera (KS) 1,” imbuhnya.

Aplikasi anggota yang melakukan pinjaman sebelum masuk ke koperasi, sudah disortir lebih dulu oleh pengurus masing-masing kelompok, karena mereka yang lebih mengetahui.

“Dari situ kita bisa menilai dia layak atau tidak mendapatkan pinjaman. Penggunaan dana pinjaman hanya diperuntukan untuk modal usaha dan pemula yang ingin memulai usaha,” tandasnya.

Sementara itu disampaikan Dian, pada tahap pertama ini Yayasan yang didirikan oleh Bapak Pembangunan, Presiden kedua RI, HM Soeharto tersebut telah menggelontorkan dana sebesar 560 juta rupiah, untuk lima kelompok dengan total jumlah anggota sebanyak 280 orang. Mereka diberikan pinjaman maksimal sebesar 2 juta rupiah.

“Tahap pertama sudah berlangsung sejak September 2018 dan Alhamdulillah angsuran anggota tertib. Sekarang kita sudah mengajukan dana tahap kedua untuk lima kelompok berikutnya sebesar 1,2 Milyar dengan serapan sekitar 600 orang,” pungkasnya.

Lihat juga...