Pemerintah Diminta Fasilitasi Agupena Flotim
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LARANTUKA — Pemerintah kabupaten Flores Timur (Flotim) dalam hal ini dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) diminta untuk memfasilitasi Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) untuk mengadakan berbagai kegiatan literasi.
“Agupena sudah berjalan gencar dengan gerakan literasi selama 2 tahun dengan menggunakan dana sendiri secara swadaya dari anggota. Memang selama ini pemerintah juga selalu memotivasi dan mengapresiasi langkah yang kami lakukan,” sebut Maksimus Masan Kian, ketua Agupena cabang Flotim, Kamis (29/11/2018).
Dukungan dengan menghadiri kegiatan yang dilakukan Agupena kata Maksi sapaannya membuat terus termotivasi.
“Apalagi bupati saat penutupan peringatan Hari Lahir Agupena telah mencanangkan Flotim sebagai kabupaten literasi,” tuturnya.
Untuk itu kata Maksi, pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk menghidupkan dan membudayakan gerakan literasi di Flotim. Siap bergandeng tangan bekerjasama dengan pemerintah.
“Pencanangan sebagai kabupaten literasi sudah sangat bagus, tetapi harus dikawal dengan baik agar berjalan di masyarakat,” ungkapnya.
Agupena Flotim tidak meminta ada dana khusus untuk itu, tambah Maksi, tetapi diberikan ruang untuk bisa bersama-sama dengan pemerintah melaksanakan kegiatan. Bila perlu, setiap kegiatan literasi dari pemerintah, pihaknya ikut dilibatkan.
Sementara itu, Bupati Flotim Antonius Gege Hadjon mengatakan, gerakan literasi sangat penting untuk mengembangkan pendidikan maupun peradaban. Apalagi gerakan ini, selama dua tahun terakhir mulai tumbuh di Flotim berkat Agupena.
“Menggeliatnya literasi ditandai dengan hadirnya gerakan membaca dan menulis di sekolah serta tumbuhnya taman bacaan di masyarakat.Pemerintah tentunya selalu mendukung dan memberikan motivasi untuk terus menjadi lokomotif penggerak,” ungkapnya.
Anton sapaannya menambahkan, pemerintah memang tidak menyediakan sebuah pos anggaran secara khusus, tetapi buku-buku yang ditulis oleh anggota Agupena maupun masyarakat akan dibeli dan diletakan di perpustakaan daerah.
“Literasi Flotim tidak menganggap dana sebagai suatu batasan sehingga ruang geraknya terbatas. Tetapi gerakan ini lebih kepada semangat dan ini yang harus ditularkan kepada siapapun dan pemerintah selalu memberikan dukungan dan motivasi,” tegasnya.
Penghargaan yang diberikan sambung Anton yang selalu dibutuhkan. Untuk itu pemerintah selalu mendukung dan berada di belakang Agupena untuk bersama membudayakan literasi di Flotim.
“Apa yang sudah berjalan sangat bagus sehingga mari bersama kita kuatkan lagi agar budaya membaca dan menulis bisa lebih kuat dan menjadi budaya di masyarakat Flotim,” pungkasnya.