Disdukcapil Gunungkidul Jemput Bola, Rekam KTP Pemilih Pemula

Ilustrasi. Proses perekaman KTP elektronik. Foto: Dokumentasi CDN

GUNUNG KIDUL – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan kebijakan jemput bola, untuk merekam Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Kebijakan diberlakukan untuk pemilih pemula Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, agar tetap bisa menggunakan hak pilihnya.

Sekretaris Disdukcapil Gunung Kidul, Virgilio Soriano, mengatakan, pihaknya melakukan upaya jemput bola dengan mendatangi sekolah untuk merekam KTP elektronik. “Saat ini, dari target 3.000 perekaman untuk pemilih pemula, sudah dilakukan perekaman sekira 1.200 orang. Sisanya yang belum melakukan perekaman ditargetkan selesai sebelum pemilu,” ungkap Virgilio, Kamis (22/11/2018).

Meski tergolong berjalan dengan lancar, masih banyak dijumpai permasalahan dalam upaya tersebut. Seperti, kesadaran siswa, dan pemberian data oleh sekolah. Selain itu, petugas juga kesulitan untuk menemui siswa yang sedang mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) keluar sekolah. Virgilio berharap, ada sinergitas semua pihak, untuk mendukung kelancaran perekaman KTP. “Pihak sekolah terkadang diminta memberikan data yang belum rekam, malah diberikan data seluruh siswa,” katanya.

Ketua KPU Gunung Kidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengungkapkan, perbaikan Data Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) II, dari data sebelumnya atau DPTHP I, terjadi peningkatan jumlan pemilih, dari 596.776 menjadi 604.093.

Perubahan tersebut, terjadi karena berbagai faktor. Mulai dari orang yang meninggal, data ganda, maupun bertambah karena ada yang belum terdaftar. “Kami berupaya, pemilih pemula mendapatkan hak pilihnya, jangan sampai tidak bisa memilih dalam pemilu mendatang,” tegasnya.

Komisioner bidang pengawasan, hubungan masyarakat dan hubungan antarlembaga Bawaslu Gunung Kidul, Rosita, mengatakan, DPTHP II sudah ditetapkan. Namun, ada pemilih pemula yang belum melakukan perekaman. “Kami harapkan dari sekitar 3.000 pemilih pemula itu dapat terakomodir semua,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...