Dari Modal Patungan Hasilkan Produk Berbahan Ikan
PASAMAN BARAT — Kelompok Usaha Sehati Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, dengan modal patungan berhasil memproduksi dan memasarkan berbagai makanan berbahan utama ikan.
Produk kelompok yang didirikan oleh Afwin Piyedi, Fauziah dan Adya Medika, saat ini sudah beredar di sejumlah minimarket di dalam dan luar Pasaman Barat.
Di antara produk yang dihasilkan adalah bakso ikan, empek-empek ikan, nugget ikan, martabak shanghai, sate ikan, bola-bola ikan balado, rendang ikan, stick ikan dan stick udang.
“Sejumlah produk kami yang bahan bakunya dari ikan sudah dipasarkan di sejumlah mini market dan luar Pasaman Barat. Omzet saat ini sekitar Rp30-40 juta per bulan,” kata pengawas Kelompok Usaha Sehati, Adya Medika di Simpang Empat, Selasa (20/11/2018).
Menurutnya, latar belakang pembentukan kelompok usaha ini berawal ketika mengetahui potensi produksi ikan Pasaman Barat cukup tinggi karena mencapai 100 ribu ton per tahun, belum lagi ikan budi daya yang mencapai 5 ribu ton setiap tahunnya.
Tiga orang, yaitu Afwin Piyedi, Fauziah dan Adya Medika kemudian merintis usaha ini dengan modal patungan apa adanya pada 2017.
Melihat potensi yang ada maka mereka bersepakat membentuk kelompok yang dinamai Kelompok Sehati.
“Awalnya kami menyewa lahan dan mendirikan bangunan seadanya untuk memasarkan produk, sedangkan unit produksi ikan masih menumpang di tempat koperasi perikanan,” ujarnya.
Perlahan tapi pasti, produk kelompok usaha ini diterima pasar dan semakin berkembang. Usaha ini diperbesar dengan membeli freezer untuk menyimpan produk olahan.
Pada awal Mei 2018, Kelompok Usaha Sehati membangun rumah produksi sendiri di kompleks perumahan Kampung Cubadak Simpang Empat dan membeli peralatan penggiling daging ikan dan peralatan produksi lainnya dan mampu memiliki unit pengolahan ikan sendiri.
“Saat ini kami memiliki enam anggota yang dilatih sendiri dan menghabiskan sekitar 100 kilogram ikan segar setiap bulan untuk diolah untuk berbagai jenis produk,” ujarnya.
Saat ini Kelompok Usaha Sehati dijadikan tempat pusat pelatihan pengolahan hasil perikanan baik untuk siswa, mahasiswa dan kelompok lainnya. Kegiatan di rumah produksi dilakukan dua kali seminggu yakni setiap Sabtu dan Minggu dengan bahan baku 100 kilogram ikan atau lebih tergantung permintaan.
Upaya kerja keras kelompok ini berlahan mulai menghasilkan produk yang higienis berupa makanan siap saji yang dipasarkan di warung milik kelompok dan frozen food yang dipasarkan di sejumlah minimarket di Pasaman Barat dan dikirim antara lain ke Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
“Kami akan terus berbenah untuk mengembangkan usaha ini agar selain menambah penghasilan rumah tangga juga membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar,” katanya. (Ant)