Warga Desa Segaran Kembangkan Aneka Produk Makanan Ringan
Editor: Satmoko Budi Santoso
MALANG – Aneka produk makanan terus dikembangkan warga desa Segaran, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, khususnya para ibu melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Sekretaris Bumdes Margorahayu, Willi Zulkifli, menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM) terutama makanan ringan.
“Sekarang ini Bumdes Margorahayu sedang menggarap produk UKM. Jadi masyarakat yang memproduksi, kita yang bantu menyediakan bahan baku dan marketing,” ujarnya, Selasa (16/10/2018).
Menurutnya, masyarakat sengaja diberikan berbagai pelatihan terkait pembuatan aneka makanan ringan guna menumbuhkan semangat warga untuk memulai usaha. Terbukti, dengan seringnya diadakan pelatihan, warga desa Segaran khususnya ibu-ibu, sudah mulai berkreasi dengan membuat beberapa makanan ringan, mulai dari keripik hingga coklat.
“Produk makanan ringan atau cemilan saat ini sudah dihasilkan di antaranya rengginang, keripik singkong, keripik pisang, carang mas dan coklat,” sebutnya.
Untuk produk coklat, sudah dipasarkan di 80 warung dengan sistem konsinyasi yang sudah tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Malang, yakni Kecamatan Sumbermanjing, Gedangan, dan Pagelaran dengan jumlah 20-24 pieces per warung. Sedangkan produk aneka keripik sudah dipasarkan di wilayah Batu.
“Khusus produk carang mas sudah dipasarkan hingga ke Kalimantan,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan Willi, selain memberikan pelatihan proses pembuatan makanan ringan dari bahan mentah hingga layak dijual, Bumdes Margorahayu juga memberikan pelatihan online marketing. Mereka bisa menjual produk tidak hanya secara offline tetapi juga secara online.
“Hari Sabtu Minggu lalu kami mengadakan pelatihan online marketing untuk ibu-ibu muda yang biasanya bergelut di dunia gadget. Mereka kita ajari bagaimana cara memasarkan produk secara online melalui Facebook, Instagram, Bukalapak atau melalui Tokopedia,” terangnya.
Jadi gadget mereka tidak hanya bisa digunakan sekedar foto-foto atau mengirim pesan saja. Tetapi juga bisa digunakan media penjualan produk.
Sementara itu, menurut Willi, saat ini yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah membuat kemasan yang menarik agar bisa meningkatkan nilai jual suatu produk.
“Kalau sekarang kemasannya memang masih sangat sederhana. Tapi untuk ke depan kita ingin kemasan bisa didesain lebih baik lagi. Supaya bisa meningkatkan harga jual produk,” ungkapnya.
Pengembangan produk juga dirasa sangat penting untuk memberikan pilihan variasi produk bagi konsumen.
“Contohnya pisang. Pisang tidak harus selalu dibuat keripik, tapi juga bisa dijadikan selai pisang atau sale pisang,” pungkasnya.