Posko Erupsi Soputan Masih Siaga

Kolom erupsi Gunung Soputan - Dokumentasi CDN

MINAHASA TENGGARA – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, masih menyiagakan posko penanganan erupsi Gunung Soputan. Posko di siagakan di sejumlah kecamatan.

Operasional posko tersebut di bawah koordinasi pihak pemkab, TNI, kepolisian, dan Basarnas. “Sampai saat ini posko erupsi Gunung Soputan masih tetap kami siagakan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Tenggara Ferry Uway, Senin (8/10/2018).

Posko tersebut akan disiagakan sampai aktivitas Gunung Soputan tidak lagi menunjukkan peningkatan. Posko akan terus disiagakan sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman. “Ini merupakan posko bersama antarinstansi dan lembaga dalam penanganan jika terjadi erupsi susulan Gunung Soputan. Soal waktunya kapan, kami tidak bisa memprediksikan apalagi Gunung Soputan masih berstatus siaga,” ujarnya.

Hingga kini, masyarakat masih diminta untuk tidak mendekati wilayah Gunung Soputan, hingga radius empat kilometer dari puncak. Kawasan Gunung Soputan, masih tertutup untuk aktivitas warga, maupun pendakian.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Maluku Utara, meminta warga yang bermukim di dekat kali yang berhulu di Gunung Gamalama, untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan. “Curah hujan yang turun di Kota Ternate saat ini intensitasnya cukup tinggi, dan itu tidak menutup kemungkinan akan mengakibatkan banjir lahar dingin dari Gunung Gamalama,” kata Kepala BPBD Ternate, Hasbi, di tempat terpisah.

Gunung Gamalama beberapa hari lalu erupsi, dan menyemburkan abu vulkanik. Saat ini di lereng gunung itu, banyak terdapat abu vulkanik, yang setiap saat bisa meluncur ke bawah, jika turun hujan lebat.

BPBD, bersama instansi terkait lainnya, sudah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dampak banjir lahar hujan terhadap warga. Di antaranya memberikan pemahaman kepada warga tentang apa yang harus mereka lakukan, jika terjadi banjir lahar hujan.

Selain itu, juga dilakukan upaya normalisasi semua sungai yang ada di Ternate. Terutama sungai yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Gamalama. Kemudian juga dibangun tanggul, untuk mencegah banjir lahar hujan meluap ke permukiman warga.

Kesadaran dan peran aktif warga, untuk mengantisipasi dampak banjir lahar hujan, dengan tidak membuang sampah ke kali sangat dibutuhkan. Warga juga diimbau untuk tidak membangun rumah di daerah yang sudah ditetapkan sebagai daerah terlarang, seperti di bantaran Kali Tubo, yang pada 2012 lalu dilanda banjir lahar hujan Gunung Gamalama yang menewaskan belasan warga setempat.

Menyinggung penanganan terhadap dampak erupsi Gunung Gamalama yang saat ini masih berlangsung, BPBD telah membagikan masker kepada warga yang terkena abu vulkanik erupsi gunung itu, di antaranya kepada warga Kecamatan Ternate Barat. (Ant)

Lihat juga...