Petani di Sikka Didorong untuk Tanam Padi Dua Kali Setahun
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Petani di kabupaten Sikka diminta untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan menerapkan berbagai teknologi serta penggunaan alat dan mesin pertanian. Dengan begitu diharapkan petani dmampu melakukan penanaman padi atau jagung sebanyak dua kali dalam setahun.

“Mewujudkannya perlu adanya dukungan 100 unit traktor dan minimal 10 unit alat berat jenis eksavator yang semuanya bisa disiapkan dalam jangka tiga tahun,” sebut bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Rabu (17/10/2018).
Selain itu, kata Robi sapaannya, butuh minimal lima unit sumur bor untuk pertanian dengan kedalaman 100 meter sebab daerah tersebut memiliki lahan tanaman pangan seluas sekitar 67 ribu hektare.
Yang ada ini, tegasnya, jangan jadi lahan tidur dan minimal ditanam dua tahun sekali. Ekonomi masyarakat harus meningkat 30 persen, dimana sektor pertanian yang memberikan kontribusi siginifikan harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Setelah menanam jagung ada peluang kita menanam bawang dan tanaman holtikultura lainnya. Ini dapat dilakukan karena pemerintah dan Fokopimda serta jajarannya siap membantu masyarakat petani.” ungkapnya.
Dengan populasi penduduk kabupaten Sikka sebanyak 317 ribu jiwa, tandas Robi, sudah jelas kebutuhan pangan setiap tahun minimal 46 ribu ton beras atau setara beras dan petani di Sikka harus memproduksi lebih dari jumlah tersebut.
“Dengan demikian ada tambahan nilai ekonomi, bukan hanya konsumsi tetapi menambah pendapatan rumah tangga. Kita bisa menjadi produsen bahan makanan bagi seluruh kawasan Flores dan Lembata,” katanya.