Industri Batu Bara Membaik, Pengembang Luncurkan Perumahan Komersil

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Andi Sangkuru, Direktur Utama PT Rachmat Agung Sentosa. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Membaiknya industri batu bara dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur khususnya Kota Balikpapan, menjadi indikator pengembang atau developer perumahan komersil memberanikan diri untuk meluncurkan hunian baru untuk kelas menengah atau perumahan komersil.

Kendati pangsa pasar untuk rumah murah masih sangat diminati, menjelang akhir tahun salah satu pengembang mencoba melakukan pembangunan perumahan komersil dengan harga Rp300 juta.

“Kami yakin pangsa pasar untuk harga rumah 200 hingga 400 juta di Kalimantan Timur masih gemuk. Industri batu bara yang mulai membaik dan ekonomi berangsur tumbuh menjadi indikator kami,” tutur Andi Sangkuru, Direktur Utama PT Rachmat Agung Sentosa, Rabu (17/10/2018).

Dikatakannya, dengan kembali menggeliatnya pembangunan perumahan komersil masing-masing pengembang memiliki strategi.

“Belajar dari penjualan perumahan komersil sebelumnya pembeli banyak dari sektor migas, batu bara dan pengusaha,” sebutnya.

Diterangkan, pada 2008 lalu, industri batu bara jatuh dan konsumen membatalkan pembelian rumah dan saat ini perlahan mulai pulih.

Untuk diketahui, Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Balikpapan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kota bertajuk Madinatul Iman ini hingga akhir 2018 masih berada di jalur positif. Bahkan tahun depan, diproyeksi terus membaik seiring adanya perbaikan industri dalam negeri.

Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan Suharman Tabrani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Kota Minyak bisa di atas 5 persen. Hal itu dikarenakan sektor primadona batu bara masih menunjukkan tren positif serta industri pengolahan yang terus berkembang.

Kita lihat proyek RDMP (refinery development master plan) yang dijadwalkan akhir tahun ini mulai berjalan. Industri Pertambangan berada pada tren positif, urainya.

Lanjut Suharman, beberapa faktor pendorong lain peningkatan produksi dan membaiknya harga batu bara, dan kinerja sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) yang diperkirakan menanjak didorong geliat sektor pertambangan.

“Peningkatan tingkat okupansi hotel dan perbaikan daya beli pada 2018, maka pertumbuhan ekonomi tahun ini akan lebih baik,” ujar Suharman Tabrani.

Lihat juga...