MAUMERE – Bicara mengenai pendidikan anak usia dini (PAUD), masyarakat kabupaten Sikka masih berpikir hanya tentang pendidikan saja. Padahal, ada hal yang bisa didapat oleh anak selain pendidikan, yakni kesehatan, perlindungan dan pengasuhan anak.
“Selama ini, banyak lembaga penyelenggara PAUD HI (Pendidikan Anak Usia Dini Holisitik Integratif) yang berpikir layanan anak usia dini merupakan tanggung jawab dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO),” sesal Y. Theresiana Hesti, Perkumpulan Aktivis Peduli Hak Anak (PAPHA) Maumere, Kamis (11/10/2018).
Padahal, katanya, bicara anak usia dini harus dimulai saat masa kehamilan sampai usia enam tahun, dan hal ini yang belum dipahami masyarakat dan pemerintah, sehingga hanya berpikir tentang pendidikan anak usia dini saja.
“Permasalahan lainnya soal kebijakan atau anggaran, di mana dalam kewenangan lokal berskala desa, pendidikan anak usia dini menjadi kewenangan desa. Hanya belum sebagian besar desa menganggarkannya secara utuh, hanya insentif guru PAUD dan pelatihan guru PAUD saja,” terangnya.
