Kondisi Bandara Penuh Warga, Hambat Bantuan Logistik

Ilustrasi suasana bandara - Foto: Dok. CDN

JAKARTA  – Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin, mengatakan, bantuan logistik yang dikirimkan oleh ACT terhambat karena Bandara Sis Aljufri di Palu, Sulawesi Tengah, tidak kondusif oleh kondisi masyarakat yang berkumpul di bandara itu.

“Kami sudah ‘carter’ pesawat, tapi tidak bisa mendarat di Palu,” kata Ahyudin di kantor ACT Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan, masyarakat Kota Palu banyak yang berkumpul di bandara karena kepanikan akibat bencana gempa dan tsunami yang melanda. “Bandara ditutup karena masyarakat sangat ingin keluar dari Kota Palu,” kata dia.

Masyarakat yang berada di bandara berkumpul dan langsung menyerbu pesawat yang membawa logistik serta ingin ikut pesawat untuk keluar dari Kota Palu.

Ahyudin mengatakan, masyarakat berperilaku demikian karena kekurangan makanan dan kondisi psikis yang menurun karena kepanikan.

ACT sendiri mengirimkan 1000 ton beras yang dikirim melalui jalur darat dari Sindereng Rappang atau Sidrap Sulawesi selatan yang dikawal oleh aparat keamanan.

Dalam sepekan ke depan, ACT akan mengirimkan 5000 ton beras untuk masyarakat terdampak gempa dan tsunami di Palu.

ACT juga sudah mengirimkan 253 sukarelawan khusus untuk evakuasi yang sudah mencapai Palu. Selanjutnya, ACT akan mengirimkan relawan khusus untuk logistik dan medis. (Ant)

Lihat juga...