Komikus Indonesia Makin Diakui Dunia Komik Internasional
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Komikus Indonesia kini makin diakui dunia komik internaional. Satu di antaranya, komikus Iwan Nazif yang dipercaya Dreamworks Animation untuk membuat komik ‘How to Train Your Dragon’ yang diadaptasi dari film Hollywood.
Sebuah film animasi Hollywood dengan judul serupa ‘How to Train Your Dragon’ yang mendapat sambutan baik dari dunia perfilman internasional hingga kemudian dibuat sekuel lanjutannya.
“Film animasi Hollywood berjudul ‘How to Train Your Dragon’ produksi dari Dreamworks Animation sangat terkenal. Setelah filmnya tayang dan sukses, Dreamwork membuat komik yang tidak ada hubungannya dengan filmnya,“ kata komikus Iwan Nazif kepada Cendana News di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).
Iwan membeberkan hal itu, seperti di antaranya cerita di Pulau S yang tidak ada hubungannya dengan filmnya. “Sama seperti komik produksi Marvel yang tidak ada hubungan dengan filmnya, di antaranya komik Batman yang tidak ada hubungan dengan film Batman,” sebutnya.
Proses sampai menjadi pembuat komik ‘How to Train Your Dragon’, Iwan bergabung dengan agensi Amerika yang mencari project-project komik di seluruh dunia. “Waktu itu ada peluang, mereka picting mencari siapa yang bisa membuat komik ‘How to Train a Dragon’, agensi saya yang dapat usul kirim sampel dan kebetulan komik buatan saya yang paling diterima sehingga kemudian saya yang mengerjakannya,“ paparnya.
Iwan mengaku, mengerjakan komik ‘How to Train Your Dragon’, tidak sendirian, tapi kerjasama dan didampingi colorist dari Amerika. “Dalam mengerjakan komik ini, saya yang membuat sketsa komiknya dan kemudian barulah dibuat warna oleh colorist dari Amerika,“ ungkapnya.
Tahap-tahap pembuatan komik tersebut, Iwan menerangkan pertama kali dikirim script oleh penulisnya dan kemudian ia membaca dan langsung membuat sketsanya.
“Setelah sketsa jadi, saya kirim ke Dreamwork, dan kemudian Dreamwork mengecek karakater yang sesuai, tapi kalau belum sesuai langsung dicoret untuk saya betulkan, kalau sudah betul di-acc langsung dikirim ke colorist-nya, dan setelah itu dikerjakan tatering-nya dengan mencantumkan kata-kata ucapannya,” terangnya.
Dalam mengerjakan komik tersebut, Iwan menyebut, misalnya membuat 10 sketsa kadang ada 3 sketsa yang dicoret untuk dibetulkan. “Saya membuat komik harus benar-benar sesuai dengan karakternya,“ tegasnya.
Selain itu, Iwan juga membuat komik ‘Gundala’ yang filmnya akan segera beredar di bioskop seluruh Indonesia. “Saya juga membuat komik ‘Si Buta dari Gua Hantu’ karya maestro cergam Indonesia Ganesh TH yang scrip-nya ditulis kembali oleh penulis cerita Oyas Sujiwo. Hal ini kita lakukan untuk mengimbangi komik legendaris Indonesia setara dengan Dreamwork dan Marvel di luar sana,” ungkapnya bangga.
Iwan memandang dunia komik di dunia sekarang maju dan berkembang. “Perkembangannya sekarang memang sangat membanggakan, tapi jangan cepat puas, karena itu harus terus ditingkatkan dan dikembangkan lebih baik lagi agar komikus kita tetap dan semakin lebih diakui dunia komik internaional,” tandasnya.