Kembangkan Industri Kelautan, Pemerintah Dorong Riset Perikanan Nasional

JAKARTA – Pemerintah terus mendorong hilirisasi dari dunia riset perikanan nasional dapat semakin banyak yang diterapkan di dalam pengembangan industri kelautan agar dapat menghasilkan produk bernilai tambah.

“Hal ini penting karena inovasi sains di negara-negara maju adalah penggerak pembangunan,” kata Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenrisdikti, Jumain Appe, dalam acara bertajuk “Kebangkitan Riset Kelautan dan Perikanan” di Gedung Mina Bahari III, Kantor KKP, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, pemerintah Indonesia sudah bertekad bahwa inovasi dan sains akan menjadi mesin pendorong pembangunan pengelolaan sumber daya alam baik di darat maupun di laut.

Ia mengingatkan bahwa berbagai pihak perlu mendorong kreativitas, berinovasi guna melakukan perubahan yang dibutuhkan, serta perlu ada skema bisnis atau kewirausahaan yang berkesinambungan guna mengembangkan.

Pemerintah, lanjutnya, juga telah memperkuat riset antara lain dengan memberikan insentif baik fiskal maupun nonfiskal kepada peneliti dan dunia industri.

Sedangkan untuk sektor kelautan dan perikanan, menurut Jumain, bidang tersebut dinilai memiliki potensi yang sangat besar seperti dari segi pangan hingga pariwisata.

Sebelumnya, Kepala Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja menginginkan bangsa Indonesia dapat mengubah paradigma dari dominasi daratan menjadi berfokus kepada lautan, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

“Indonesia negara maritim dan kepulauan yang luar biasa hebatnya, punya segalanya,” kata Sjarief Widjaja saat membuka Seminar Nasional Ekonomi Kelautan dan Perikanan 2019 di Gedung Mina Bahari IV, KKP, Jakarta.

Menurut Sjarief, saat ini sebagian kalangan masih menganggap laut sebagai daerah yang gelap dan berbahaya, sehingga juga menimbulkan mitos di sejumlah daerah adanya kekuatan gaib yang mengelola lautan Nusantara.

Sebenarnya bangsa Indonesia pada zaman dahulu, ujar dia, sudah menjadi kekuatan adidaya di bidang kelautan, dimana nenek moyang Nusantara telah berhasil mengarungi lautan hingga Madagaskar, jauh berabad-abad lebih dahulu sebelum adanya pelaut kenamaan dari Barat seperti Christopher Colombus.

“Di masa lalu kita sudah tampil sebagai negara maritim yang hebat,” kata Kepala Badan Riset dan SDM KKP itu. Ia menambahkan, bangsa ini harus menggali kembali kekuatan masa lalu untuk menjadi kekuatan nasional saat ini.

Sjarief berpendapat bahwa paradigma Indonesia beralih dari maritim ke daratan, sejak masuknya kolonialisasi Belanda pada tahun 1596, yang bercokol sangat lama dan berabad-abad sehingga sangat berdampak kepada berbagai aspek kehidupan.

Ia memaparkan, salah satu upaya pengejawantahan visi dan misi KKP dalam penegakan kedaulatan ekonomi dan NKRI. Diarahkan kepada paradigma pembangunan berbasis kelautan, di mana peran dan dukungan hasil penelitian sosial-ekonomi menjadi penting sebagai akselerator pengelolaan dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang lestari. (Ant)

Lihat juga...