Bulog: Konsumsi Beras Organik di Jember Masih Rendah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JEMBER — Konsumsi beras organik masyarakat Kabupaten Jember tergolong masih rendah. Saat ini tercatat yang memanfaatkan pangan yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia tersebut baru sebesar 5 persen dari total jumlah penduduk yang mencapai 2 juta jiwa.

Wakil Kepala Bulog Sub Divre XI Jember Vika Treshna. Foto: Kusbandono.

“Mayoritas masyarakat masih banyak yang belum mengetahui manfaat beras organik bagi kesehatan,” ujar Wakil Kepala Bulog Sub Divre XI Jember Vika Treshna kepada jurnalis, Senin (22/10/2018).

Diterangkan, banyak khasiat dan manfaat dari beras organik, di antaranya bagi kesehatan, khususnya untuk pencernaan dan menjaga kesehatan jantung.

Lebih lanjut Vika menerangkan, dari hasil penelitian yang dilakukan selama enam bulan terakhir, tercatat baru lima persen yang mulai peduli dengan gaya hidup sehat. Salah satunya ditunjukan dengan mengkonsumsi beras organik secara rutin dan teratur.

“Kebanyakan berasal dari kalangan masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan, komunitas, dan rumah sakit,” ungkapnya.

Meski demikian, Vika tetap optimis masyarakat Jember dalam waktu yang mengonsumsi beras sehat akan terus meningkat.

“Untuk meningkatkan jumlah masyarakat yang mengonsumsi makanan sehat, kami akan lebih giat melakukan sosialisasi melalui media sosial,” pungkasnya.

Saat ini terdapat beberapa jenis yang disediakan Bulog Jember yang bermitra dengan petani padi organik di wilayah Jember, yakni beras merah dan beras hitam, terbaru beras pandan wangi. Harganya pun lebih murah dibandingkan harga pasaran karena Bulog Jember bermitra secara langsung dengan petani untuk memasok barang.

“Harganya bervariasi mulai dari Rp17.000 hingga Rp23.000 per kemasan,” tambahnya.

Menurut , pihaknya meluncurkan produk beras organik ini dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan dan menjaga stabilisasi harga di pasaran. Selain itu sebagai bentuk komitmen untuk mengangkat daya saing petani sebagai mitra petani padi organik di Jember.

“Dengan menyediakan beras organik atau beras sehat ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan meningkat dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Vika.

Lihat juga...