Bandara APT Pranoto di Samarinda Dukung Peningkatan Rute

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – Usai diresmikan, Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, memberikan alternatif bagi pengguna jasa transportasi udara.
Farid Indra Nugraha, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Balikpapan, menjelaskan, dengan dibuka Bandara APT Pranoto, dapat memberikan alternatif untuk mendukung peningkatan rute. “Dan, dapat menghubungkan Samarinda maupun Balikpapan,” katanya Jumat (26/10/2018).
Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Kota Samarinda itu diresmikan langsung Presiden Joko Widodo, disaksikan Menteri Perhubungan, Budi Karya dan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, pada Kamis (25/10).
Saat peresmian, juga dilakukan penandatanganan Kesepakatan PT Angkasa Pura I, dalam Kerja Bersama Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, untuk mengkaji pengelolaan Bandara APT Pranoto Samarinda.
Menurut Farid, Angkasa Pura I (Persero) rencananya akan bekerja sama dalam pengelolaan Bandara APT Pranoto Samarinda, untuk itu pihanya melakukan persiapan serta melakukan pengkajian sebagai langkah awal.
“Semoga dapat kita kelola dan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, bersama-sama mendapatkan keuntungan,” ujar Farid Indra Nugraha.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo, mengatakan mobilitas seluruh penjuru Indonesia sangat penting, sebagai pemersatu konektivitas.
“Saya sangat mengapresiasi pemerintah dalam pembangunan Bandara APT Pranoto Samarinda, melalui anggaran daerah, pemerintah pusat hanya mendorong sedikit anggarannya untuk pembangunannya,” sebutnya.
Jokowi juga meminta, agar keberadaan bandara dimanfaatkan maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, terutama ruang-ruang yang ada.
“Sekarang luas terminalnya 12.700 meterpersegi, saya minta maksimal tiga tahun, jika potensi kapasitasnya meningkat, maka dibuat menjadi 36.000 meterpersegi, silahkan melalui anggaran APBN, APBD ataupun Angkasa Pura,” ucapnya.
Ada pun terkait pengembangan rute, pihaknya mengintruksikan langsung Menteri Perhubungan RI. “Saya perintahkan kepada Menteri Perhubungan untuk mengembangkan rute. Selesaikan, jangan terlalu lama sampai satu setengah bulan, saya minta selesaikan dalam dua minggu dengan rute Samarinda menuju Jakarta dan Surabaya langsung dapat terlayani,” tandasnya.
Lihat juga...