AS Siap Mundur dari Perjanjian Nuklir dengan Rusia
NEVADA – Presiden Donald Trump mengatakan, Amerika Serikat akan keluar dari perjanjian nuklir masa perang dingin, langkah yang tampaknya akan membuat Rusia kesal.
Perjanjian, Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty tersebut, memerintahkan penghapusan suatu jenis senjata nuklir. Perjanjian INF, yang dirundingkan oleh Presiden AS, Ronald Reagan, dan Presiden Rusia, Mikhail Gorbachev, dan telah disahkan oleh Senat AS pada 1988.
Perjanjian tersebut, mengharuskan kedua negara menghapus senjata nuklir jarak pendek dan jarak menengah, serta peluru kendali konvensional. “Sayangnya, Rusia belum menghormati perjanjian itu, jadi kita akan memutus perjanjian tersebut, dan kita akan menarik diri,” tegas Trump, Minggu (21/10/2018).
Washington meyakini, Moskow sedang mengembangkan sebuah sistem peluncur dari darat, yang merupakan pelanggaran terhadap perjanjian INF. Pengembangan itu memungkinkan Moskow melontarkan serangan ke Eropa dalam waktu singkat. Sementara Rusia, telah berkali-kali membantah informasi tersebut, dan mengatakan, pihaknya tidak melakukan pelanggaran seperti itu.
Trump mengatakan, Amerika Serikat akan mengembangkan persenjataan nuklir, kecuali Rusia dan Cina setuju untuk menghentikan pengembangan. Cina bukan merupakan pihak dalam perjanjian. Negara itu telah berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan peluru kendali konvensional sebagai bagian dari strategi pertahanan.
Sementara, perjanjian INF melarang AS memiliki rudal balistik yang diluncurkan dari darat atau rudal penjelajah, yang dapat menempuh jarak antara 500 kilometer hingga 5.500 kilometer. (Ant)